Escape From CD3…

Maret 9, 2009

P07-03-09_20.57 Kalau silaturahim antar warga sudah sangat erat, sulit untuk bisa keluar dari lingkungan warga. Selain diperlukan niat yang superkuat dan bakat yang mumpuni… bakating kubutuh, juga harus tabah menghadapi persekongkolan warga yang tidak akan rela begitu saja melepaskan anda, melenggang ringan meninggalkan lingkungan anda. Ini bukan kisah sinetron, tetapi kisah nyata sebagaimana yang dituturkan oleh para korban sekaligus pelaku persekongkolan.

“Memang rizki saya disini rupanya…” begitulah kalimat pasrah dari bapak Sis, warga CD 3. Kalimat pasrah ini, menutup kisah tragis kegagalannya untuk melarikan diri dari CD 3. Beragam alasan, latar belakang dan pertimbangan telah dipikirkannya sehingga kemudian bapak wong jawa ini memutuskan untuk pindah dari CD 3. Dimulai dengan alasan kepindahan tempat kerjanya, namun alasannya kurang kokoh. Lalu didorong niat yang luhur dari isterinya untuk pindah, maka suami teladan inipun manut. Ia pun menjajaki berbagai perumahan untuk menjadi tanah airnya yang baru. Pilihan jatuh ke komplek disekitar buah batu. Cukup elit dan di kota, akses ke jalan tol sangat dekat. Eh, ndilalah… sepulang dari pengajian, isterinya malah meminta suaminya untuk membatalkan rencana pindahnya. Alasannya, ia betah tinggal di CD3.

Tragedi kegagalan melarikan diri CD3 memang tidak “sebersih” itu. Ada konspirasi dari warga lain untuk menggagalkannya. Setidaknya itulah yang diceritakan korban lain yang gagal hengkang dari CD3, bapak Jajat. Ia pernah berniat pindah, maka iapun pasang papan pengumuman didepan rumahnya, diatas kursinya. "Kursinya mau dijual pak?”, tanya tetangganya. Esoknya papan pengumuman pun ia gantung di dahan pohon mangga. “Berapa tuh pohon mangganya?”. Maka, papan pengumuman pun dipindang ke jendela rumahnya. Aksi sang komplotan pun ternyata tidak kalah, papan itupun esoknya sudah raib entah kemana.

Dalam pengajian semalam, beberapa korban yang mengalami tragedi kegagalan melarikan diri dari CD3, nampaknya sudah insyaf, dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Karena itulah, semalam, dalam pengajian di rumah bapak Safrijon, para korban dan penyabotnya, bisa saling bicara dan tertawa.

 

Tag Technorati: {grup-tag},,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: