Tugas Tambahan untuk Mr.Big

Januari 26, 2009

P15-11-08_05.33[2] Ada tugas tambahan bagi bendahara DKM al-Amanah, bapak Eko. Jika selama ini cukup menangani administrasi uang yang masuk dan uang yang dikeluarkan, kini lelaki berperawakan besar inipun harus mengurusi donasi khusus untuk tunjangan kesejahteraan Imam masjid dan ta’mir masjid.

Dalam keputusan musyawarah sebelumnya, disepakati bahwa donasi yang selama ini diberikan secara perorangan, kini dikoordinasi langsung oleh DKM dan pengeluarannya pun diatur. Tujuan pengkoordinasian donasi ini secara umum adalah agar donasi yang masuk bisa dimanfaatkan secara maksimum, misalnya tidak terjadi penumpukan pada satu “barang” atau “kebutuhan” tertentu, tetapi diuraikan sesuai dengan keseluruhan kebutuhan, seperti sembilan bahan pokok dan lainnya. Selain itu, dengan dikoordinasi oleh DKM al-Amanah, diharapkan donasi yang masuk pun bisa lebih dipertanggung-jawabkan dan menjadi salah satu langkah menuju pengelolaan masjid yang “profesional”.

Di dalam musyawarah itu, disepakati bahwa pengkoordinir donasi warga tersebut adalah Bendahara DKM, yang saat ini amanah tersebut dipikul oleh bapak Eko. Tugas Tuan Besar ini pun menjadi bertambah cukup banyak, selain mengingatkan para donatur sebelum tanggal 20 setiap bulannya, melakukan pencatatan dan pengeluaran, membuat laporan, dan juga menghubungi langsung kepada Imam Masjid dan Ta’mir masjid. Dalam musyawarah tersebut, tercatata 13 nama yang hadir yang bersedia menjadi donatur masjid, sementara sekitar 10 nama lainnya perlu konfoirmasi terlebih dahulu.

Para donatur DKM ini memang bukan merupakan kewajiban yang dibebankan kepada seluruh warga komplek, tetapi bersifat sukarela untuk mereka yang memiliki kelapangan untuk menitipkan donasinya kepada DKM, khususnya untuk menunjang kegiatan DKM dalam memakmurkan masjid, dan dalam hal ini, adalah untuk memberikan tunjangan kesejahteraan imam masjid dan ta’mir masjid.

Bapak Eko sendiri tidak keberatan atas tambahan tersebut. Disela kesibukannya yang luar biasa, Mr. Big ini bahkan langsung meminta nama-nama donatur yang akan diingatkannya. Dan PR berikutnya pun menunggu, setelah donasi terhimpun, adalah bagaimana menyusun laporannya…sebab para donatur enggan namanya untuk dipublikasikan, disisi lain publikasi nama ini diperlukan khususnya untuk memudahkan pengawasan. Mudah-mudahan tuan besar ini sudah punya solusinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: