Membaca Shalawat dengan Suara Keras Saat Khutbah Berlangsung

Januari 26, 2009

P23-10-08_11.50 Diantara jamaah ada juga yang jika mendengar khatib menyebut Nabi SAW di dalam khutbahnya, langsung bershalawat atas Nabi dengan suara yang keras sehingga mengganggu orang-orang disekitarnya. Dan ini jelas salah.

Yang benar adalah bershalawat atas Nabi SAW secara sirr (suara yang lirih). Demikian juga memohonkan keridhaan kepada Allah untuk para Shahabat Nabi (dengan membaca radiaallahu anhu).

Sumber: 75 Kesalahan Seputar Hari dan Shalat Jumat, Wahid Abdus Salam Baali, Pustaka al-Inabah hal 49.

One Response to “Membaca Shalawat dengan Suara Keras Saat Khutbah Berlangsung”

  1. ahmad rifa'i Says:

    ada ulama’ yang membolehkan membaca al quran, berdzikir, bershalawat dan ibadah-ibadah lain saat khutbah berlangsung. Beri penjelasan apa dasar mereka berpendapat demikian dan tampilkan referensi-referensi mereka. trims


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: