Mengedarkan Kotak Amal Saat Khutbah Berlangsung

Januari 23, 2009

P22-10-08_11.56 Diantara orang ada yang ditugaskan untuk mengedarkan kotak amal, sehingga anda bisa melihatnya ia berdiri pada khutbah kedua untuk berjalan mengelilingi orang-orang sebaris demi sebaris, untuk mengumpulkan sumbangan mereka. Padahal dengan demikian itu telah melakukan kesalahan, dimana ia menganggap hal tersebut merupakan hal terbaik. Dan salah juga orang yang meletakkan tangannya ke dalam kantong bajunya untuk kemudian mengambil uang dan meletakkannya ke dalam kotak amal.

Bagi yang ingin menyumbang, silakan menyumbang setelah shalat. Hal yang sama juga berlaku bagi orang yang berjalan membawa air kepada jama’ah yang sedang duduk saat khutbah sedang berlangsung. Semua itu termasuk dalam kelengahan yang dilarang dilakukan saat khutbah disampaikan.

Telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang memegang batu kerikil berarti dia telah lengah (berbuat sia-sia)”. (Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no 857)

Jika memegang batu kerikil masjid atau permadani saja dianggap sebagai kelengahan, lalu bagaimana dengan orang yang berdiri dari tempatnya untuk mengedarkan kotak amal ke para jamaah satu per satu, dan bagaimana juga dengan orang yang memasukkan tangan ke kantongnya untuk mencari uang dan mengeluarkannya kemudian memasukkannya ke dalam kotak amal.

 

Sumber: 75 Kesalahan Seputar Hari dan Shalat Jumat, Wahid Abdus Salam Baali, Pustaka al-Inabah, hal 47-48.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: