Suara Baru Suara al-Amanah

Januari 16, 2009

Lho ustadz kok dari berdiri langsung sujud, tidak ruku’ dulu? Sujud apa itu? Baca al-Fatihah dalam shalat yang jahr (dikeraskan) itu, mulai dari bismilah atau alhamdulillah? Iqamat itu, allahu akbar-nya diucapkan sekali atau dua kali dua kali? Sebenarnya shalat ied itu berapa kali takbir sih, 7-5 atau sekali-sekali seperti shalat biasa? Ustad kok sekarang pakai qunut ya, ustadz itu orang NU ya? Wah, bacaan shalatnya kepanjangan, itu kan memberatkan jamaah… Oh, kalau masalah khutbah jumat itu pendek dan shalatnya dipanjangkan, terjadi perbedaan pendapat. Dan masih banyak pertanyaan dan pernyataan lain yang bila diteruskan, bisa memenuhi kolom ini.

Semua pertanyaan maupun pernyataan itu menjadi salah satu pertimbangan perubahan konten buletin Suara al-Amanah, bukan dari sisi lay-out semata (lebih sederhana dan mudah). Isi pun menitikberatkan pada materi yang praktis, ilmu yang bisa langsung dipraktekkan oleh warga, setidaknya bisa menjawab berbagai pertanyaan seperti diatas. Selain itu, tentu saja informasi berkaitan dengan kegiatan DKM al-Amanah, baik yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.

Untuk informasi DKM, memang tidaklah terlalu sulit, sebab kami hanya tinggal mempublikasikan apa yang dilaporkan masing-masing bidang kegiatan DKM. Adapun konten utama, ini memerlukan pertimbangan yang lebih matang, karena terkait masalah fikih (hukum Islam) dimana pendapat para ulama bagaikan samudera ilmu tak bertepi. Membatasi diri dengan apa yang difahami dan diyakini para pengurus semata, akan nampaklah kedangkalan ilmu serta mempersempit amal. Langsung menceburkan diripun, pastilah tenggelam dalam kebingungan. Malah, salah-salah bukan memberikan ilmu dan wawasan, tetapi justru menimbulkan perselisihan dan fanatisme. Jangan sampai seperti anekdot “orang buta menuntun orang buta” atau “orang buta yang saling menjelaskan tentang gajah kepada orang yang juga buta”.

Karena itu, hal pertama yang dipertimbangkan materi apa yang akan disajikan dalam konten utama buletin ini, adalah mencari kitab fiqih. Kitab fiqih ini haruslah kitab yang ditulis oleh ahlinya, seorang ulama yang fuqaha (ahli fiqih). Selain itu, kitab tersebut menjadi rujukan kaum muslimin dan diakui oleh kalangan ulama Islam, serta mampu menjelaskan berbagai perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan para ulama dengan bijak.  Atas pertimbangan itu, kami pun memilih kitab Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, seorang ulama dan syaikh al-Azhar, Mesir. Berikutnya, tentu mencari narasumber (murajaah) yang bisa membimbing dalam memahami kitab tersebut, terpilihnya ustadz Budi Hataat Lc. Dalam satu kesempatan, saat hendak mengkaji kitab tersebut, beliau menyampaikan agar saat mengkaji kitab Fiqhus Sunnah juga didampingi dengan kitab Tamimul Minnah karya syaikh al-Albani, dimana kitab tersebut merupakan tahqiq (penelaahan) hadits-hadits yang ada dalam kitab Fiqhus Sunnah disertai dengan komentar-komentar dari syaikh al-Albani. Namun, mengingat tujuan buletin sendiri, khususnya dalam konten utamanya sekedar informasi praktis untuk warga dalam masalah fiqih, saran ustadz Budi belum bisa terpenuhi.

Tentu saja, tulisan itu masih jauh dari mencukupi untuk memahami masalah fikih, karena itu warga pun bisa menghadiri kajian fiqih bersama ustadz Saiful Aziz, Lc. Dalam kajian yang diadakan setiap ba’da shalat shubuh sampai dengan pukul 05.30 tersebut, ustadz mengkaji mengkaji kitab fikih “Taudhihul ahkam min Syarh Bulughil Maram” karya syaikh al-Bassam. Di dalam ta’lim tersebut, warga bisa lebih leluasa untuk memahami berbagai permasalahan fiqih, keragaman pendapat (ikhtilaf) di kalangan ulama dalam suatu masalah, serta tarjih (upaya menilai pendapat terkuat dari keragaman pendapat tersebut) yang dilakukan sang penulis kitab, syaikh al-Bassam.

Selain konten utama tersebut, buletin pun memuat 2 box. Box pertama berisi tulisan singkat tentang “sunnah” yang sedang dijalankan oleh DKM al-Amanah, sekaligus penjelasan kepada warga yang belum mengetahuinya. Box kedua berisi penjelasan tentang program, sikap dan kebijakan yang diambil DKM al-Amanah. Sedangkan hal lain yang disampaikan dalam buletin berisi berbagai informasi tentang kegiatan-kegiatan DKM serta laporan kas DKM mingguan.

Mudah-mudahan dengan format baru ini, buletin Suara al-Amanah bisa mewujudkan fungsinya sebagaimana tag-line nya, media informasi dan komunikasi warga muslim rancamanyar regency”…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: