Kesepian Ditinggal Suami ke Luar Negeri

Januari 16, 2009

Ustadz, bolehkah seorang suami meninggalkan isterinya untuk bekerja selama dua tahun keluar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rasulullah SAW ketika ditinggal jihad oleh suaminya? Jika hal ini dibolehkkan bagaimana tentang hak anak-anaknya yang membutuhkan pendidikan dari ayahnya? Saya bingung, manakah yang kuat dalilnya?

Menurut asal, ketika seseorang telah menikah ia wajib menafkahi isterinya baik lahir maupun batin, dan wajib mendidik isteri dan anak-anaknya dengan pendidikan yang baik. Dalilnya:

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut, kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS. an-Nisa: 19)

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya”. (QS. ath-Thalaq: 7)

Adapun tentang suami yang meninggalkan isterinya untuk bekerja selama dua tahun di luar negeri maka dilihat dulu duduk masalahnya. Apabila isterinya ditinggal dalam keadaan aman, seperti tinggal di rumah mertuanya atau bersama ibunya di rumah, di sisi lain (dalam keadaan darurat suami harus mencarikan nafkah untuk isteri dan anaknya, maka boleh. Sebab dia meninggalkan isteri untuk perkara yang wajib, mencari nafkah.

Adapun dalil tentang larangan meninggalkan keluarga lebih dari 4 bulan, yaitu firman Allah SWT:

“Kepada orang-orang yang meng-ila’ isterinya (bersumpah tidak menggauli isterinya) diberi tangguh hingga empat bulan lamanya, kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. al-Baqarah: 226)

Ayat diatas adalah dalil yang berhubungan dengan orang yang sengaja bersumpah untuk tidak menggauli isterinya. Jadi, tidak tepat bila dalil tersebut digunakan untuk masalah diatas.

Ada orang yang bertanya kepada syaikh Ibnu Utsaimin: “Al-Quran memberi batasan waktu bahwa suami boleh meninggalkan isterinya selama empat bulan, akan tetapi saya punya ikatan kerja, tidak ada libur bagiku kecuali setelah satu tahun, bahkan terkadang lebih dari itu sesuai dengan tugas yang ada, bagaimana hukumnya?

Beliau menjawab: “Pertama, perkataan penanya bahwa al-Quran memberi batasan waktu kepada suami bahwa ia tidak boleh meninggalkan isterinya lebih dari 4 bulan adalah (perkataan yang) salah. Tak ada satu ayat pun yang menerangkan demikian. Tetapi al-Quran membolehkan kepada suami yang bersumpah untuk tidak menggauli (menyetubuhi) isterinya dengan batas waktu maksimal 4 bulan, berdasarkan surat al-Baqarah ayat 226.

Adapun suami yang meninggalkan isterinya, (maka dilihat dulu) jika wanita itu ridha maka tidak mengapa suami meninggalkannya selama 4 bulan, 6 bulan, setahun, atau 2 tahun, dengan syarat isterinya aman di negeri yang ia tinggalkan dan ridha atas kepergiannya mencari rezeki. Adapun isteri yang ditinggalkan merasa tidak aman maka tidak boleh suami pergi dalam keadaan isterinya tidak aman. Dan apabila isteri yang ditinggalkan itu dalam keadaan aman namun tidak ridha ditinggal lebih dari 4 atau 6 bulan sesuai keputusan hakim di negerinya, maka suami tidak boleh meninggalkannya tapi hendaknya menggauli isterinya dengan baik”. (Majmu Durus wa Fatawa al-Haram al-Makki, Ibnu Utsaimin 3/270)

Adapun maksud hadits diatas adalah karena wanita merasa kesepian ditinggal oleh suaminya dan membutuhkan kasih sayangnya, maka Rasululah SAW menyuruhnya pulang. Wallahu’alam.

Adapun tentang pendidikan anak, maka hendaknya isteri mendidik anaknya dengan baik sesuai kemampuan, sebab tatkala suami tidak ada di rumah, isterilah yang bertanggung-jawab atas pendidikannya. “Dan wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung-jawab atas kepemimpinannya”. (HR Bukhari 3/414).

Sumber: majalah al-Mawaddah edisi ke 5 tahun ke 2/Dzulhijjah 1429 –Desember 2008 hal 4-5.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: