Dari Berdoa ke Tindakan Nyata untuk Muslim Palestina

Januari 16, 2009

Khaibar ya Yahud! Begitulah teks yang tertulis di status messagenya pak haji. Apa maksudnya? Bagi kaum muslimin, meneriakkan kata tersebut memiliki dua arti. Pertama, kepada bangsa Yahudi agar mereka mengingat kembali nasib nenek moyang mereka di Khaibar, bagaimana ujung sikap permusuhan dan pengkhianatan keji kepada kaum muslimin akan berakhir tragis, sebagaimana di Khaibar.

Dan bagi kaum muslimin, menjadi peringatan, bahwasanya bangsa Yahudi yang berkepala granit tidak bisa dihadapi kecuali dengan kembali kepada ajaran Islam, mengibarkan panji Islam, dan membuang jauh panji-panji Jahiliyah seperti nasionalisme, arabisme dan seruan asing lainnya. Yahudi tidak takut terhadap Mesir, Jordania, Arab Saudi dan seluruh bangsa di dunia ini… yang mereka takutkan hanyalah Islam! Itulah yang dikibarkan oleh Hamas dan para mujahidin lainnya di Palestina. Itulah yang membuat mereka ketakutan dan tidak pernah merasa aman tidur di tanah jajahannya…

Lalu, kenapa pak haji menuliskan teks itu di status message Yahoo Messengernya ? Apakah ada Yahudi yang mengontak beliau? Tidak juga… saking gregetna. Begitulah alasan pak haji. Greget kepada Yahudi yang leluasa membantai kaum muslimin di Gaza dan menghancurkan tanah airnya, sementara kaum muslimin diam dan masih bisa ha-ha hi-hi. Tayangan kekejian bangsa Yahudi bagai tayangan TV biasa, seperti horor atau sinetron yang ngetrend untuk kemudian berlalu, diganti tayangan lain yang lebih seru dan baru.

Nah, bagi muslim Rancamanyar, selain terus memanjatkan doa untuk keselamatan kaum muslimin Palestina dan kebinasaan bangsa Yahudi, yang juga dilaksanakan di dalam shalat-shalat wajib lima waktu dengan membaca qunut, juga mulai melakukan tindakan nyata. Diantaranya, seperti yang dikatakan pak haji. “Kami sudah mulai memboycot produ-produk Yahudi dan yang mendukung Yahudi,” cerita pak haji, :Untuk keperluan kantor, produk Yahudi sudah distop, diganti dengan produk lainnya”.

Lho, apa ada produk keperluan kantor yang diproduksi oleh Yahudi dan pendukung Yahudi. “Oh, kami mulai mengganti air minum mineral… tidak lagi minum Aqua-Danone”. Dalam berbagai seruan boycott produk Yahudi dan Amerika, nama Danone masuk pada daftar produk (product list) untuk diboikot. “Lumayan, kebutuhan air mineral kantor bisa 1 truk dalam sebulan”.

Pak Saprijon pun tidak mau kalah dalam hal tindakan untuk mendukung Palestina. Di kantornya, menurut lelaki Bondowoso ini, rajin mengikuti perkembangan berita Palestina khususnya Gaza, dan, “Kami pun menggalang dana untuk Palestina”, kata pak Sap. Begitulah sebagian warga Rancamanyar, menunaikan sebagian kecil kewajibannya dalam hal ukhuwah kepada saudaranya, kaum muslimin Palestina.

Do’a dan tindakan nyata, sekecil apapun, mudah-mudahan bisa membantu saudara kita, sekaligus meringankan beban hisab kita sebagai seorang muslim atas nasib muslim lainnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: