Bertahun-Tahun Tidak Dinafkahi Lahir dan Batin

Januari 16, 2009

Ustadz, saya seorang ibu dari 5 orang anak, suami saya sudah 15 tahun ini tidak menafkahi kami baik lahir maupun batin, justru sebaliknya selama ini sayalah (isteri) yang memberi nafkah keluarga. Pertanyaan saya bagaimana status pernikahan saya?

Dari keterangan diatas, selama ukhti (saudariku, red) belum dijatuhi talak oleh suami, atau sebelumnya tidak ada perjanjian tertentu, maka status ukhti sebagai isteri tetap sah.

Sebagai isteri, selain harus bersabar karena diuji tidak dinafkahi suami selama 15 tahun, bahkan sebaliknya harus memberi nafkah anak-anaknya, ukhti juga seharusnya bersyukur kepada Allah SWT. Mengapa? Karena ukhti bisa menafkahi diri sendiri bahkan anak-anak. Memang begitulah cobaan hidup, pasti dan selalu ada ujian, kecuali jika kita sudah meninggal, baru ujian itu akan berlalu dan berpindah kepada ujian baru, ujian alam kubur. Allah SWT berfirman:

“Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kalian dikembalikan”. (QS. al-Anbiya: 35)

Hendaknya ukhti berusaha mencari sebabnya, mengapa suami sampai tidak menafkahi ukhti dan anak-anaknya?

Jika sebenarnya suami mampu menafkahi ukhti dan anak-anaknya, namun dia tidak mau memberi nafkah, maka tanyalah apa sebabnya (tentunya jika suami mudah dihubungi). Jika suami tidak bisa dihubungi, hubungilah orang tuanya, jika masih ada, barangkali mereka bisa membantu.

Jika suami tidak mempunyai pekerjaan atau sakit parah sehingga tidak bisa mencari nafkah untuk isteri dan anaknya maka keputusan ada ditangan ukhti sebagi isteri. Apabila ukhti masih mau bersabar dan memaklumi keadaan suami, insya Allah ini akan menjadi kebaikan tersendiri buat ukhti sebagai isteri sebab membantu suami dan anaknya. Jika ukhti merasa berat dan ingin menikah lagi maka tidak mengapa ukhti mengadukan perkara tersebut kepada pengadilan agama untuk mendapat jalan keluarnya. Demikian pula ketika suami tidak ada atau susah dihubungi sedangkan ukhti ingin mencari pendamping, maka sebaiknya ukhti melaporkannya kepada pengadilan agama agar perkaranya segera selesai.

Sumber: majalah al-Mawaddah edisi no 5 tahun ke-2/Dzulhijjah 1428/Desember 2008 hal 5.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: