Enggan Menempati Shaff Awal

Januari 15, 2009

Diantara jamaah ada yang datang ke masjid lebih awal dan menempati barisan pertama masih kosong, tetapi dia malaah memilih untuk menempati barisan kedua atau ketiga agar bisa bersandar ke tiang misalnya, atau memilih barisan belakang sehingga dia bisa bersandar ke dinding misalnya. Semuanya itu bertentangan dengan perintah Nabi SAW untuk segera menduduki barisan pertama yang didapatinya selama dia bisa sampai ke tempat tersebut, karena agungnya pahala yang ada padanya serta banyaknya keutamaan yang terkandung padanya. Dan seandainya dia tidak bisa sampai ke tempat itu kecuali dengan cara undian, maka hendaklah dia melakukan hal tersebut sehingga dia tidak kehilangan pahala yang melimpah itu.

Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya orang-orang itu mengetahui apa yang terdapat pada seruan adzan dan shaff pertama kemudian mereka tidak mendapatkan jalan, kecuali harus melakukan undian, niscaya mereka akan melakukannya”. (Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari no 721 dan Muslim no 437)

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan: “Seandainya kalian atau mereka mengetahui apa yang terdapat di shaff terdeoan, niscaya akan dilakukan undian”. (Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim no 439).

Dengarlah keutamaan yang melimpah bagi orang yang bersuci dan bersegera mendatanginya. Telah diriwayatkan oleh Abu Daud , at-Tirmidzi, serta dinilai shahih oleh al-Albani di dalam kitab Shahih as-Sunan dari Aus bin Aus ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mandi pada hari Jumat dan membersihkan diri, lalu cepat-cepat dan bergegas, serta berjalan kaki dan tidak menaiki kendaraan, juga mendekati posisi imam, kemudian mendengarkan lagi tidak lengah, maka baginya setiap langkah amalan satu tahun, dengan pahala puasa dan qiyamul lail yang ada pada tahun itu.” (Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Daud no 345, at-Tirmidzi no 496 no 1398, Ibnu Majah no 1087. Dinilai shahih oleh syaikh al-Albani di dalam kitab Shahihh at-Tirmidzi no 496).

Mengenai penafsiran kalimat, ghassala wa ightasala, para ulama memiliki dua pendapat:

a. Membasahi kepala dan mandi, sebagai upaya membersihkan diri secara maksimal. Ini adalah pendapat Ibnul Mubarak.

b. Mencampuri isterinya sehingga dia harus membersihkan diri dan mandi, dan inilah pendapat Waqi’.

Mereka menyunnahan seseorang mencampuri isterinya pada hari Jumat karena dua alasan:

a. Agar nafsu syahwatnya tersalurkan pada tempat yang halal sehingga dia berangkat menunaikan shalat Jumat dan bisa menundukkan pandangan, mengonsentrasikan pikiran untuk mendengarkan khutbah dan mengambil pelajararan dari nasihat yang disampaikan.

b. Mudah-mudahan dengan apa yang dilakukannya itu Allah akan memberikan berkah sehingga akan mengeluarkan dari tulang rusuknya anak-anak yang shalih, sehingga dengan demikian itu telah menanamkan benihnya pada hari yang penuh berkah, yaitu hari Jumat. Diantara yang memperkuat makna itu adalah: “Barangsiapa mandi seperti mandi janabat pada hari Jumat dan kemudian pergi berangkat…”

Bakkara wa ibtakara, ada yang mengatakan, hal tersebut sebagai ta’kiid (penekanan) dan ada juga yang mengatakan: bakkara berarti berangkat pagi-pagi ke masjid. Ibtakara berarti mendengar khutbah dari sejak awal.

Danaa min al-Imaam berarti menempati barisan-barisan pertama yang dekat denagn imam (khatib).

Fastama’a walam yalghu berarti mendengarkan khutbah dan tidak lengah darinya oleh aktifitas lainnya.

Sumber: 75 Kesalahan Seputar Hari dan Shalat Jumat, Wahid Abdus Salam Baali, Pustaka al-Inabah, hal 37-41.

One Response to “Enggan Menempati Shaff Awal”


  1. SubhanaLLoh, tulisan yang bagus…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: