Orang Pajak yang Ingin Bijaksana Juga Bijaksini

Januari 4, 2009

P28-12-08_07.22[1] “Terus-terang saja pak, tugas saya menjadi ketua bidang ta’lim ini, rasanya sangat berat, ” kata pak Rendra dengan mimiknya yang serius. “Karena ta’lim kan ujung tombaknya da’wah dan DKM,” lanjutnya. Apa yang disampaikan pak Rendra memang benar. Benar sekali bahwa bidang ta’lim memiliki peran yang sangat penting dalam memakmurkan masjid, dan itu menjadi beban (amanah) yang sangat berat. Karena itu pula, tidak salah pilih, jika DKM al-Amanah mempercayakan bidang itu kepadanya. Sangat sedikit orang yang menyadari akan beratnya amanah yang dipikul, dan kesadaran atas beratnya amanah, merupakan modal pertama bagi seseorang untuk menunaikannya.

Pak Rendra, yang nama lengkapnya Rendra Santika, termasuk salah seorang warga yang memiliki kesibukan yang luar biasa. Namun, disela kesibukannya, ia masih meluangkan waktu untuk menjadi pengurus DKM al-Amanah, dan termasuk rajin mengikuti ta’lim seusai shalat shubuh. Penampilannya yang serius dan “beku”, mungkin akibat pengaruh profesinya di dunia perpajakan, yang sehari-harinya ngobrol dengan angka dan uang. Tetapi, adakalanya tawanya meledak juga hingga terguling-guling, tatkala melihat warga rancamanyar berusaha berbicara bahasa Arab (dalam pelajaran bahasa Arab hari Sabtu). Walau di DKM posisinya adalah wakil ketua bidang ta’lim, namun setelah kepindahan bu Elly -sang Ketua- ke Tangerang, menjadikannya nomor satu di bidang tersebut.

Sekalipun tergolong pendiam, di dalam rapat maupun riungan, tetapi bapak dua anak ini cukup mantap bila menjadi MC, membuka acara pengajian. Jika belum tahu, bisa jadi orang menyangka, bahwa beliau lah penceramahnya. Harapannya, bidang ta’lim dalam menggulirkan program pendidikan, mampu merangkul seluruh potensi yang ada ditengah warga. Ia tidak ingin, program-program yang disusun justru meniadakan inisiatif positif yang mungkin muncul dari warga, atau menghapus kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan dan dikelola secara individual. Harapannya, semua itu bisa terwadahi dalam satu visi yang sama tentang pendidikan serta arah yang sama. Sehingga keberadaan program di bidang pendidikan bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sendiri, bukan oleh sebagian orang atau para pengurus masjid, baik manfaat berupa materi maupun non material.

Namun bapak pajak yang berusaha bijak disana dan disini ini pun sadar, bahwa kenyataan tidaklah selalu sesuai dengan harapan. Niat baik adakalanya tidak selalu berjalan baik. Akan selalu ada tantangan, rintangan dan mungkin hadangan, sekecil apapun. Itulah kenyataan, sunnatullah. Setiap keputusan pasti ada konsekuensi. No pain no gain -lah, kata orang Tasik mah. Tidak akan ada hasil tanpa usaha dan pengorbanan. Atau kata guru ekonomi di bangku kuliah, ada opportunity cost-nya dalam setiap pengambilan keputusan. Lalu apakah orang pajak yang juga punya usaha di Banjar ini akan mundur?

Tanda-tanda mundur tidak ada, justru tetap nampak kokoh. Yah akan selalu ada jalan dari setiap masalah, dan mudah-mudahan jalan yang diambil adalah jalan yang terbaik, dan diridhai Allah SWT, itu saja harapannya. Tentu saja, itu pun menjadi harapan bersama kita semua. Dan melalui SMS, beliau pun diingatkan PR bidang ta’lim yang “harus” segera diselesaikan: pengelolaan ta’lim harian, mingguan, buletin masjid dan program tahfidz. Dan dengan ringkas dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya beliau menjawab SMS dengan mantap: Insya Allah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: