Abu Haidar, Singa dari Cicadas

Januari 4, 2009

P08-12-08_05.53 Nama KTP-nya, Adang Effendi. Jika disebut cadas, bukan karena bapak 2 anak ini berasal dari Cicadas, tetapi karena keteguhannya dalam memperjuangkan idealismenya. Piawai dalam membuat konsep, dan konsisten dalam memperjuangkannya. Walau karena itu, ia harus melawan arus dan berseberangan dengan kebanyakan orang. Di dalam rapat, tutur katanya berubah menjadi mantap dan tidak jarang nyaring. Berbeda tatkala diluar rapat, lemah lembut dengan banyak dipoles heureuy. Nah, beliau termasuk salah satu singa rapat… aumannya membuat suasana rapat bisa berubah. Adakalanya, dalam rapat bapak guru ini diam dan asik menyimak, tanpa mengeluarkan sepatah katapun ke forum hingga rapat selesai. Namun tatkala sudah bicara, ya seperti singa…merajai forum.

Nama julukannya (kunyah) adalah Abu Haidar. Bukan karena ia menjadi singa rapat, tetapi karena puteranya bernama Haidar (singa). Kesibukannya sebagai guru private memang membuatnya seolah tidak mengenal waktu, seringkali sabtu, ahad dan hari-hari libur justru menjadi hari yang sibuk. Ditambah lagi, saat ini ia kuliah menempuh jenjang S-2 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tetapi, ditengah kesibukannya, selalu menyempatkan hadir manakala diundang rapat, dan antusias mengikuti perkembangan kegiatan masjid (dkm). Termasuk rajin pula hadir pada setiap ta’lim shubuh. Ketika suatu ketika ada rumor bahwa ia tidak ke masjid karena tidak setuju dengan pandangan ustadz tentang Syi’ah, dengan enteng singa ini bergumam: “Kalau tidak setuju mah, sejak awal saya akan menolak kehadiran ustadz…”. Lalu, kenapa atuh jadi jarang ikut ta’lim shubuh. Dengan tersenyum-senyum lelaki yang hobi berpakaian hitam ini menjawab, “Nyaeta puguh… tunduh! (Itulah masalahnya… ngantuk!). Karena katanya, kalau sudah mengerjakan tugas-tugas, bisa sampai sangat larut malam, jadi berat sekali melawan kantuk tatkala shubuh. Yah, itu memang masalah banyak orang modern…

Dalam melibatkan diri pada pembicaran, ada dua sikapnya yang jelas. Ketika pembicaraan itu dianggapnya melantur atau tidak jelas ujung pangkalnya, ia akan menanggapinya dengan bercanda. Tetapi, tatkala yang dilihatnya adalah masalah yang serius, penting dan punya manfaat, maka antusiasmenya muncul. Persis singa yang mau menerkam: posisi duduknya berubah tegak, kedua tangannya ikut bicara, dan volume suaranya pun mengeras. Ia akan mengejar pembicaraan lawan diskusinya. Saat diskusi dengan pak Makin tentang tabungan qurban, keduanya terlibat “baku argumentasi” yang ramai. Begitupula kemarin, tatkala berbicara tentang profesionalisme pengelolaan masjid. Suasana yang adem ayem berubah menjadi hangat. Namun, hebatnya… begitu diskusi selesai, selesai pula suasana panas itu.

Itulah pak Adang. Penuh dengan gagasan, pandai pula menuangkannya dalam tulisan, dan fasih pula menjelaskannya. Tidak heran banyak orang yang menyangka, banyak hal yang berkembang berasal dari gagasannya. Tentu saja sangkaan ini tidak benar. Demikian pula dengan DKM, banyak masukan yang beliau sampaikan, tetapi tidak semuanya harus diterima. Contohnya, gagasannya tentang konsep pendidikan masjid al-Amanah yang beliau sampaikan secara tertulis. Dengan tegas disampaikan kepada beliau, bahwa DKM tidak bisa menerima begitu saja konsep tersebut. Setelah dipelajari, secara konsep ada yang disetujui, banyak yang perlu revisi, dan tidak sedikit pula yang tidak disetujui. Namun, pada dasarnya, konsep itu diterima dengan baik sebagai masukan dan bahan untuk berdiskusi masalah konsep pendidikan.

Saat mendengar hal itu, apakah singa ini mengamuk karena konsepnya yang mungkin telah dengan susah payah disusunnya diperlakukan tidak lebih sebagai masukan dari salah seorang warga?  Sama sekali tidak. Justru merendah, “Yah, wajar saja… ini kan sekedar masukan, tidak harus diterima, bisa pula ditolak”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: