Tunjangan Kesejahteraan Imam Masjid dan Ahli Masjid

Januari 2, 2009

P08-12-08_11.24[2] Idealnya, seluruh aktivis masjid yang mencurahkan waktu, tenaga dan pemikirannya untuk kemakmuran masjid, dapat dijamin kesejahteraannya, sehingga mereka bisa sungguh-sungguh memfokuskan usahanya tanpa terhalangi oleh kewajiban atau beban lainnya. Pada sebagian masjid yang dikelola sunguh-sungguh, disekitar Bandung saja, hal demikian bukanlah sebatas tataran idealisme apalagi mimpi, tetapi sudah diwujudkan. Dimana para pemakmur masjid benar-benar mewakafkan dirinya untuk kemakmuran masjid, sementara kesejahteraan mereka  tercukupi melalui mekanisme pengelolaan masjid yang baik (profesional).

Arah menuju idealisme masjid semacam itu tentu saja ada di DKM al-Amanah. Salah satu langkah (kecil) yang kini segera dilangkahkan untuk mewujudkannya ialah dengan menetapkan kebijakan tunjangan kesejahteraan Imam Masjid dan Ahli Masjid. Mudah-mudahan seiring dengan perkembangan masjid dan kegiatannya, setahap demi setahap, tunjangan ini pun perlu diberikan kepada para ta’mir masjid lainnya, dimana mungkin mereka akan menjadikan tugasnya dalam memakmurkan masjid sebagai pengabdiannya, dan DKM al-Amanah sepatutnya memperhatikan kebutuhannya.

Pada tahap awal, tunjangan kesejahteraan terbatas pada dua ta’mir, yakni Imam Masjid dan Ahli Masjid. Besaran ataupun banyaknya tunjangan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan DKM al-Amanah, dalam hal ini para donatur yang menginfaqkan sebagian hartanya. Tunjangan tersebut mencakup kebutuhan dasar, yakni:

  • Pembayaran listrik setiap bulan.
  • Pembayaran iuran warga setiap bulan.
  • Kebutuhan sembako yang mencakup: bahan makanan pokok (beras),gula, susu, teh dan lain sebagainya.
  • Kebutuhan transportasi.

Sementara untuk ahli masjid, ditambah dengan:

  • perlengkapan kebersihan pribadi, seperti sabun, shampo, parfum dan lain sebagainya.
  • perlengkapan kebersihan masjid.

Daftar tunjangan tersebut adalah kebutuhan mendasar, sehingga jika diperlukan penyesuaian atau perubahan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan serta kemampuan para donatur. Selain itu, pemenuhan kebutuhan ini sesungguhnya telah berjalan selama beberapa bulan dengan inisiatif para donatur. Dengan ditetapkannya tunjangan kesejahteraan untuk Imam Masjid dan ahli masjid sebagai kebijakan DKM al-Amanah, maka donasi tersebut dikordinir oleh DKM al-Amanah. Pengkoordinasian ini tidak menutup kesempatan bagi warga untuk memberikan donasi melebihi kebutuhan tunjangan dasar sebagaimana yang ditetapkan DKM al-Amanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: