Keutamaan Shalat bagi Wanita

Desember 25, 2008

P23-10-08_11.42 Dikatakan bahwa keutamaan shalat berjamaah adalah 27 kali daripada shalat sendirian, lalu bagaimana dengan kaum wanita? Apakah memperoleh derajat yang sama dengan kaum laki-laki?

Dalam masalah shalat berjama’ah ini, telah berkata Rasulullah SAW: “Shalat berjamaah itu lebih afdhal (utama) daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat”. (HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar ra.)

Dalam hadits lain, diceritakan seorang yang buta meminta keringanan kepada Rasulullah SAW untuk tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid dikarenakan tidak ada orang yang menuntunnya ke masjid. Sesaat permintaan itu dikabulkan oleh Rasul SAW, tetapi tatkla orang itu hendak berlalu, Rasulullah SAW memanggilnya kembali, “Apakah kamu mendengar panggilan adzan?” Orang itu menjawab, “Iya”. Maka Rasulullah SAW pun berkata, “Fa ajib!” (Maka jawablah panggilan itu, yakni dengan memenuhi panggilannya untuk datang ke masjid untuk shalat berjama’ah).

Hal ini terkait dengan pelaksanaan shalat fardhu (lima waktu) dan berlaku hukumnya bagi kaum laki-laki, baik hukumnya sunnah muakkadah ataupun wajib. Adapun untuk kaum wanita, Rasulullah SAW bersabda: “Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih baik daripada shalatnya di masjid”. (HR Abu Daud dan al-Hakim). Keutamaan derajat tersebut terkait dengan pelaksanaan shalat berjama’ahnya, bukan pada tempatnya. Oleh karena itu seorang muslimah bisa pula memperoleh keutamaan shalat berjamaah tersebut dengan melaksanakan shalat di rumah secara berjama’ah bersama para wanita lainnya, baik bersama anggota keluarganya, anak ataupun saudaranya yang lain.

Namun demikian, para bapak dan suami, tidak boleh melarang kaum wanita untuk shalat berjamaah di masjid, sepanjang tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah dan syahwat. Dalam satu riwayat dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW berkata, “Janganlah kamu melarang para wanita pergi ke masjid-masjid Allah, tetapi hendaklah mereka (para wanita) itu keluar tanpa memakai parfum (wewangian)”. (HR Ahmad dan Abu Daud).

Disarikan dari tanya jawab pada majlis ta’lim keluarga al-Mawaddah, 23 Dzulhijjah 1429 di masjid al-Amanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: