Latar Belakang Program Tahfidz

Desember 22, 2008

CIMG1861 Faktor yang melatarbelakangi disusunnya program tahfidz al-Qur’an, tidaklah tunggal. Setidaknya, latarbelakang yang mendorong perlunya digulirkan program tersebut bisa dilihat dari 3 sisi, yakni sisi idealisme atau normatif, sisi ekspetasi orang tua, sisi profesionalisme pengelolaan dan sisi organisasi.

Secara ringkas, masing-masing latarbelakang tersebut bisa diuraikan sebagai berikut:

Sisi Idealisme atau Normatif.

Dari sisi ini, ada dua hal yang paling asasi yang menjadi latarbelakang disusunnya program tahfidz. Pertama, pentingnya al-Qur’an bagi seorang muslim sebagaimana dinyatakan dalam berbagai nash, baik al-Quran maupun hadits.

Kemampuan membaca (menghafal) al-Quran meningkatkan derajat dan keutamaan seseorang atau suatu kaum, dan pada keterangan lain disebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya. Hal ini saja, sesungguhnya sudah cukup alasan bagi DKM al-Amanah untuk sungguh-sungguh menyusun program tahfidz. Kedua, pemilihan anak-anak sebagai prioritas pertama dari progam ini sesungguhnya tidak lepas dari kondisi fitrah anak-anak, dimana hal ini menjadi masa yang penting untuk menanamkan benih-benih kebaikan (dalam hal ini al-Qur’an), pada masa inilah benih itu akan jauh lebih mudah untuk tumbuh dan tertanama dengan kokoh. Sekalipun demikian, pada masa yang akan datang, program tahfidz pun akan disusun untuk usia bukan anak-anak (remaja dan dewasa).

Sisi Ekspektasi Orang Tua (Warga)

Hal yang sangat lumrah, atau bahkan semestinya, jika orang tua mengharapkan pendidikan yang terbaik bagi putera dan puterinya. Terlebih di dalam masalah dieniyah (agama) ini, yang akan menjadi bekal mereka hingga dewasa, dan bahkan anak shalih adalah menjadi investasi yang paling berharga bagi orang tua di dunia dan di akhirat. Maka, merespon harapan yang dikemukakan (sebagian) orang tua sekaligus warga, atas pendidikan Islam anak-anaknya disusunlah program tahfidz ini. Pemilihan tahfidz al-Qur’an, bukanlah tanpa alasan, karena sesungguhnya dengan menanamkan kecintaan anak pada al-Qur’an akan membuka pintu-pintu kebaikan lainnya, seperti tumbuhnya akhlaqul kharimah, sikap hormat dan bakti kepada orang tua, dan seterusnya. Dalam proses pendidikan pun, anak-anak akan mengalami pembinaan dalam sikap dan perilaku.

Sisi Profesionalisme Pengelolaan

Masalah pendidikan anak-anak telah menjadi salah satu fokus perhatian bagi sebagian warga, khususnya mereka yang memiliki kepedulian dalam masalah tersebut. Diantara warga tersebut, memang ada yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, sebagian lainnya sebatas memperhatikan dan membandingkan dengan berbagai dunia pendidikan lain. Ada banyak sisi yang menjadi sorotan sekaligus masukan melalui DKM al-Amanah, diantaranya dalam masalah adminsitrasi dan supervisi pendidikan. Mereka berharap, pendidikan anak-anak diselenggarakan dengan lebih serius, mulai dari masalah kurikulum, silabus, modul hingga metode evaluasi hasil pendidikan. Dari masukan inilah, disusun program tahfidz yang mencoba merangkul seluruh elemen dan potensi yang dimiliki warga bagi terselenggaranya pendidikan sebagaimana yang diharapkan tersebut.

Sisi Organisasi

Dari sisi kelembagaan, tentu saja terkait dengan visi dan misi DKM al-Amanah itu sendiri, khususnya dalam masalah pendidikan. Dari sisi visi, DKM al-Amanah berharap dapat menjadi pusat pendidikan (Islam) khususnya bagi warga komplek dan wilayah Rancamanyar. Pada masa yang datang (5-10 tahun) terwujud area pendidikan tersebut di dalam kompleks. Dari sisi misi, DKM al-Amanah pun mengemban tugas pokok dalam pendidikan dan pembinaan, dalam hal ini anak-anak. Tentu saja, sejak awal harus ditegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut adalah “dimiliki” warga, dengan lain kata, program tersebut adalah milik warga dengan konstribusi manfaat (baik financial dan non financial) adalah untuk warga yang didistribusikan secara adil. Perlu pula dijelaskan sejak awal, keberadaan kegiatan pendidikan ini berada dibawah payung lembaga (DKM al-Amanah) dimana didalamnya seluruh stakeholder (para pemegang kepentingan) duduk terwakili melalui Dewan Syura yayasan lembaga (yang Insya Allah akan dibicarakan kemudian).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: