PMA vs Sekolah

Desember 20, 2008

CIMG1868 Saat ini model pendidikan paling umum dan dikenal di masyarakat adalah sistem sekolah. Bahkan, sekolah hampir dipandang sebagai satu-satunya model pendidikan yang ada dan valid di masyarakat.

Untuk dapat melihat posisi PMA dalam dunia pendidikan, diperlukan kesediaan melihat pendidikan secara luas dan fungsi sekolah di dalam dunia pendidikan.

Menurut sistem pendidikan nasional, pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sekolah adalah sistem yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tetapi sesungguhnya ruang lingkup pendidikan jauh lebih luas daripada sistem sekolah. Proses pendidikan anak terjadi tidak hanya di ruang sekolah, tetapi juga di keluarga, pergaulan, lingkungan dan sebagainya.

Jadi sekolah adalah model pendidikan mainstream (mayoritas). Tetapi sekolah bukanlah satu-satunya cara bagi seorang anak untuk memperoleh pendidikannya. Sekolah hanyalah salah satu cara yang dapat digunakan seorang anak untuk belajar dan memperoleh pendidikannya.

Sebagai sebuah sarana untuk mencapai tujaun yang sama PMA dan sekolah memiliki perbedaan-perbedaan:

  • Pada sistem sekolah, tanggung-jawab pendidikan anak didelegasikan kepada guru dan sekolah. Pada PMA, tanggung-jawab pendidikan sepenuhnya berada ditangan orang tua.
  • Pada sistem sekolah peran orang tua dan keluarga relatif minimal karena pendidikan dijalankan oleh sistem sekolah dan guru. Pada PMA peran orang tua dan anak sangat vital dan menentukan keberhasilan pendidikan. Walaupun orangtua tidak harus mengajarkan sendiri kepada anak-anaknya akan tetapi bisa dibantu atau difasilitasi oleh DKM dengan para instruktur atau tutornya.
  • Pada model belajar disekolah sistem yang ada sudah mapan/ Orang tua tinggal memilih model sekolah yang diminati dan kemudian mengikuti proses pendidikan yang dijalankan untuk anak-anaknya. Pada PMA dibutuhkan komitmen dan kreatifitas orang tua yang dibantu oleh instruktur atau tutornya dari DKM al-Amanah. Serta dapat memilih sebuah paket pendidikan tertentu atau melakukan penyesuaian menurut kebutuhannya.
  • Sistem di sekolah terstandarisasi untuk memenuhi kebutuhan anak secara umum, sementara sistem pada PMA disesuaikan menurut kebutuhan anak dan kondisi keluarga.
  • Pengelolaan di sekolah terpusat, antara lain kurikulumnya telah ditetapkan seragam untuk seluruh siswa. Pengelolaan PMA terdesentralisasi tergantung keluarga untuk memilih sendiri kurikulum dan materi ajar untuk anak-anaknya.
  • Pada sekolah, jadwal belajar telah ditentukan dan seragam untuk seluruh siswa. Pada PMA jadwal belajar fleksibel meskipun ada waktu-waktu khusus untuk terkonsentrasi pada satu tempat (masjid). Itu juga tergantung kesepakatan antara instruktur atau tutor dengan orang tua.

Dengan melihat kesamaan dan perbedaan antara PMA dan Sekolah, kita dapat melihat bahwa PMA memiliki kelebihan-kelebihan dan kekurangan dibandingkan sistem sekolah yang saat ini kita kenal.

Sumber: Konsep Pendidikan Masjid al-Amanah (PMA) Lompatan Cara Belajar, Adang Effendi, hal 4-6.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: