Sumbangan dan Dukungan Politik

Desember 15, 2008

DSCF8200 Beredar kabar disebagian warga, bahwa DKM al-Amanah memperoleh bantuan dana Rp. 5 juta dari salah seorang calon kepala desa (kades). Versi lainnya, DKM al-Amanah disumbang Rp 500 ribu dan dijanjikan uang Rp 5 juta bila sang calon terpilih. Entah darisiapa dan bagaimana kabar itu berhembus, yang pasti kabar itu adalah dusta.

Sebenarnya, pada hari Ahad yang lalu (7/12), seorang calon kades datang sendiri pada saat ta’lim keluarga. Seusai ta’lim ia menyampaikan program (kampanye), lalu ketika hendak pulang ia memberikan amplop kepada Ketua DKM, yang kemudian langsung diserahkan ke bendahara DKM. Disaksikan hadirin, amplop dibuka dan berisi uang sebesar Rp. 500 ribu. Kemudian, bendahara bertanya akan diapakan uang itu? Saat itu, Ketua DKM, menyarankan simpan saja, tidak usah dimasukkan ke kas DKM, dan jangan digunakan. Uang tersebut tidak jelas, saat menyerahkan uang pun, sang calon kades tidak jelas, uang itu untuk apa dan sebagai apa.

Dari kejadian ini, seusai bertanya kepada ustadz Saif sebagai Dewan Syariah, maka DKM al-Amanah menetapkan sikap dalam masalah sumbangan yang terkait dengan harapan atas dukungan politik terhadap seorang calon atau partai:

1. DKM al-Amanah dengan tidak mengurangi rasa hormat dan niat baik penyumbang, tidak bisa menerima dana atau sumbangan apapun yang dikaitkan dengan pamrih tertentu, seperti dukungan untuk seseorang, partai, kelompok atau golongan tertentu.

2. Uang yang terlanjur diterima akan disimpan, tidak dipergunakan, dan seutuhnya akan dikembalikan kepada sang penyumbang, terutama apabila ia menuntutnya kembali.

3. Mekanisme pengembalian uang tersebut akan dimusyawarahkan dengan Dewan Syura yang merupakan perwakilan dari seluruh warga.

4. Dalam masalah politik praktis, DKM al-Amanah tidak dalam posisi untuk ikut mendukung calon atau partai tertentu. Keikutsertaan jamaah masjid dalam politik praktis, diserahkan sepenuhnya kepada ilmu dan pemahaman masing-masing jama’ah.

5. DKM al-Amanah memandang, bentuk amar maruf nahyi munkar dalam bidang politik, tidak hanya dan harus dilakukan dengan cara ikut serta dalam politik praktis, tetapi masih banyak cara dan sarana lainnya yang bisa ditempuh dan dipandang lebih sesuai dengan syariah Islam.

Mudah-mudahan hal ini menjadi bayan (penjelasan) atas berita dusta yang ada, serta menjawab beberapa pertanyaan warga (jamaah masjid) atas permasalahan terkait dengan politik praktis. Semoga Allah SWT tetap memberikan kita kekuatan untuk tetap ikhlas dan istiqamah dalam syariahNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: