Apa Itu Pendidikan Masjid al-Amanah (PMA)?

Desember 15, 2008

sanlat liburan (12) Di dalam Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), model pendidikan yang akan dikembangkan di masjid al-Amanah -itu juga kalau disepakati- diterjemahkan dengan istilah sekolah mandiri atau sekolah rumah.

Tapi nama bukanlah sebuah isu yang utama disebut apapun, yang penting adalah essensinya.

PMA model pendidikan alternatif diluar sekolah. Tidak ada definisi tunggal mengenai PMA karena pendidikan yang dikembangkan dalam PMA sangat beragam dan bervariasi.

Salah satu pengertian umum PMA adalah model pendidikan dimana sebuah keluarga memilih untuk bertanggung-jawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya dan mendidik anak dengan menggunakan fasilitas masjid atau rumah sebagai basis pendidikannya, jadi alih-alih menyerahkan begitu saja tanggung-jawab pendidikan anak kepada guru dan sistem sekolah, orang tua PMA bertanggung-jawab secara aktif atas proses pendidikan anak-anaknya.

Yang dimaksud bertanggung-jawab secara aktif disini adalah keterlibatan penuh orang tua pada proses penyelenggaraan pendidikan, mulai dalam hal penentuan arah dan tujuan pendidikan, nilai-nilai (value) yang ingin dikembangkan kecerdasan dan keterampilan yang hendak diraih, kurikulum dan materi pembelajaran, hingga metode belajar serta praktik belajar keseharian anak-anak.

Analogi yang dapat digunakan untuk menjelaskan peran orang tua dalam proses PMA adalah seperti peran kepala sekolah dalam sistem pendidikan sekolah yang dikenal masyarakat. Sebagai kepala sekolah orang tua adalah bertanggung-jawab atas keseluruhan proses belajar anak-anak, kepala sekolah dapat merangkap sebagai guru, tetapi proses pengajaran anak-anak tidak harus dilakukan oleh kepala sekolah. Demikian kurang lebih pengibaratan orang tua di dalam PMA.

Proses PMA memang berpusat di masjid atau rumah. Tetapi proses PMA umumnya tidak hanya mengambil lokasi di masjid atau di rumah, para orang tua PMA dapat menggunakan sarana apa saja dan dimana saja untuk proses pendidikannya.

Untuk melakukan dan pengayaan (enrichment), bisa juga memanfaatkan semua infrastruktur dan sarana yang ada di lingkungan masyrakat setempat. Sarana yang digunakan untuk proses pembelajaran dapat merupakan sarana gratis atau bayar.

Untuk pembelajaran, PMA dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di dunia nyata, seperti fasilitas (perpustakaan, musium, lembaga penelitian dan lain-lain). Fasilitas sosial (panti asuhan, rumah sakit dan lain-lain, maupun fasilitas bisnis (mall, pameran, pabrik, sawah, perkebunan, dan lain-lain). Internet dan teknologi audio visual yang semakin berkembang juga merupakan sarana belajar, selain itu PMA dapat menggunakan tenaga pengajar, instruktur atau tutor yang ada di lingkungan Rancamanyar Regency maupun diluar Rancamanyar Regency.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: