Imam Masjid

Desember 13, 2008

P08-12-08_06.37[1] Alhamdulillah bahwasanya masjid al-Amanah telah dapat menetapkan Imam masjidnya. Hal ini sesungguhnya sangatlah penting, khususnya dalam upaya terus-menerus untuk menyempurnakan pelaksanaan ibadah shalat.

Penetapan imam masjid tidak bisa lepas dari tuntunan sunnah, dimana berbagai kriteria telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, seperti misalnya seorang yang paling baik bacaan (hafalan) al-Qur’an-nya adalah yang paling berhak untuk menjadi imam. “Yang lebih berhak memimpin kamu adalah yang paling bagus bacaan al-Qur’annya diantara kamu”. (al-hadits)

Dalam menetapkan imam masjid ini, DKM al-Amanah menetapkan beberapa kriteria dengan prioritasnya, yaitu:

1. Al-Qur’an, yaitu terkait dengan bagusnya bacaan (tartil, sesuai tajwid) dan banyaknya hafalan al-Qur’an.

2. Al-hadits, yaitu terkait dengan hafalan haditsnya.

3. Syari’ah, yaitu terkait dengan pemahamannya atas syari’ah dan fiqih Islam.

4. Usia, jika terdapat beberapa orang yang memiliki 3 kriteria diatas sama, maka faktor usialah yang menentukan.

Imam masjid tidak hanya bertugas atau menjadi imam pada shalat rawatib semata, tetapi fungsinya meliputi tiga tugas pokok:

1. Memimpin shalat rawatib. Memimpin dengan sebaik-baiknya shalat, seperti menyempurnakan shaff shalat, membaguskan bacaan shalat, menyempurnakan rukun-rukun shalat dan seterusnya.

2. Memonitor jamaah. Seorang imam masjid sepatutnya mengenali jama’ahnya, memperhatikannya, dalam kehadiran dan ketidakhadirannya, agar bisa segera mengetahui keadaannya (apakah dalam kesibukan, sakit, atau mungkin dalam kondisi ‘futur”).

3. Menjadi rujukan. Tidak bisa diabaikan seorang imam masjid haruslah mempunyai pemahaman yang baik tentang masalah dieniyah (syariah) karena kepadanyalah jama’ah akan bertanya berbagai masalahnya.

Adapun adab-adab sebagai jamaah masjid, perlulah kita perhatikan, seperti:

1. Tidak seenaknya maju memimpin shalat, padahal Imam masjid ada (dan tindakan ini haram, terlarang, secara syar’i).

2. Menta’ati kepemimpinan imam masjid khususnya dalam masalah shalat sekalipun dalam tatacara (kaifiyat) shalat ada perbedaan, karena sesungguhnya imam diangkat adalah untuk dita’ati.

3. Menghormati imam masjid diantaranya dengan menunggu kehadirannya ke masjid untuk memimpin shalat, tidak terburu-buru mengumandangkan iqamah ketika imam masih diperjalanan menuju masjid.

Akhirnya, dengan hadirnya imam masjid di masjid al-Amanah, marilah kita fokuskan diri kita untuk beribadah di masjid dengan mengikhlaskan diri dan menuntunnya dengan ilmu.

harapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: