Pengadaan Hewan Qurban

Desember 3, 2008

kerja keras, cerdas, dan ikhlas...

panitia qurban: kerja keras, cerdas, dan ikhlas...

Pada tahun lalu, untuk pelaksanaan ibadah qurban, panitia Qurban yang diketuai oleh Bapak Makin, melakukan kerjasama langsung dengan peternak dalam menyediakan dan pengadaan hewan qurban. Sekitar seminggu sebelum hari raya tiba, hewan-hewan berupa domba pun didatangkan. Lapangan rumput terbuka di komplek pun dihiasi dengan kehadiran domba-domba.
Kehadiran secara langsung hewan-hewan itu memiliki sisi positif bagi warga. Pertama, bagi warga yang telah berniat untuk berqurban dapat melihat langsung hewan qurbannya. Memilih hewan yang terbaik untuk mereka qurbankan dalam rangka ibadah kepada Allah. Kedua, bagi panitia sendiri kehadiran hewan-hewan di lingkungan komplek, mempermudah transportasi hewannya. Ketiga, kehadiran hewan-hewan itu, terus-terang saja, ikut memeriahkan suasana menjelang Idul Adha. Orang secara langsung atau tidak langsung, saat melihat domba-domba itu, teringat akan semakin dekatnya hari raya Idul Adha.
Tetapi, tahun ini, panitia qurban merubah prosedur pengadaan hewan itu. Tidak lagi dilakukan langsung dengan peternak, tetapi diserahkan kepada lembaga/yayasan yang memang siap menyediakan hewan-hewan qurban. Cara ini, dipandang lebih mudah dan praktis, panitia hanya tinggal menghubungi lembaga tersebut untuk dikirimkan hewan qurban sesuai dengan pesanan. Selain itu, yayasan itu pun adakalanya telah menyiapkan pula tim “jagal” profesional, untuk menyembelih, menguliti hingga memotong-motong daging qurban. Kerugiannya, salah satunya, warga yang berniat berqurban tidak bisa melihat langsung dan memilih hewan qurbannya.
Perubahan prosedur ini, menurut pak Makin, ada unsur kesengajaannya pula. Ia ingin mencari bentuk mekanisme yang paling pas, paling positif buat panitia dan warga. Sekarang, dengan menyerahkan pengadaan kepada sebuah lembaga, apakah pelaksanaan qurban lebih baik dari tahun lalu, dari sisi jumlah pequrban, kualitas pelaksanaan maupun tingkat kepuasan pequrban. Itulah yang ingin pak Makin ketahui, untuk menyusun prosedur yang bisa dibakukan dalam pengadaan hewan qurban.
Sesungguhnya masih ada alasan lain yang beliau kemukakan dalam perubahan prosedur pengadaan hewan ini. Namun, apapun itu, DKM al-Amanah sendiri berharap, semua yang dilakukan itu untuk kemaslahatan bersama, sehingga ibadah qurban tetap khusyu dan Idul Adha pun bisa kita rayakan dengan meriah dan dalam suasana kebersamaan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: