Masalah Upah Penyembelih

Desember 2, 2008

dscf7359Tidak diperkenankan bagi penyembelih binatang qurban untuk mengambil upah yang diambilkan dari sebagian binatang qurban walaupun sedikit, seperti daging, kulit dan selainnya, sebagaimana dalam hadits:

Dari Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk mengurusi qurbannya dan (memerintahkan) supaya aku membagi semua perlengkapan unta, serta kulit-kulitnya, dan aku dilarang memberi tukang sembelihnya upah dari (daging) qurban walaupun sedikit, sehingga kami mengupahnya dengan (harta) dari kami sendiri (bukan dari daging qurban)”. (HR Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Sunan Ibnu Majah 3099).

Hadits diatas menjelaskan kepada kita bahwa penyembelih binatang qurban tidak boleh mengambil upah tersbut diambilkan dari sebagian binatang qurban tersebut. Hal ini lantaran apabila seorang penyembelih mengambil sebagian daging qurban sebagai ganti upah menyembelihnya, berarti pemilik binatang qurban tersebut menjual sebagian daging qurbannya, karena upah penyembelih sama halnya dengan hukum jual-beli lantaran penyembelih telah menjual jasa (menyembelih) kepada pemilik binatang qurban,  sedangkan menjual sebagian daging qurban hukumnya dilarang, sebagaimana sabda Nabi SAW:

“Janganlah kamu menjual daging qurban dan daging hadyu, sedekahkanlah, dan nikmatilah (gunakanlah) kulit-kulitnya”, (HR Ahmad 4/15 dari jalan Qatadah bin Nu’man).

Namun bukan berarti seorang penyembelih tidak berhak mendapatkan upah, penyembelih tetap berhak mendapatkan upah tetapi upahnya tidak boleh diambilkan dari binatang qurban tersebut, oleh karena itu Ali bin Abi Thalib ra memahami hal ini sehingga beliau membayar upah penyembelih dari harta beliau sendiri bukan dari daging qurban, dan hal ini disetujui oleh Rasulullah SAW, sebagaimana Ali ra mengatakan:

“Sehingga kami mengupahnya dengan (harta) dari kami sendiri (bukan dari daging qurban). (HR Ibnu Majah, dan dishahihkan al-Albani dalam Sunan Ibnu Majah 3099). Lihat juga perkataan semisal dalam Nailul Author oleh Imam asy-Syaukani 3/495 dan penjelasan hal ini secara gamblang dalam asy-Syarh al-Mumthi’i 7/304-305.

Ini juga bukan berarti penyembelih tidak berhak diberi sebagian dari daging qurban, bahkan dibolehkan bagi penyembelih untuk mendapatkan sebagian daging qurban karena yang dilarang adalah mengambil sebagian daging qurban sebagai ganti upah menyembelihnya, karena penyembelih termasuk yang berhak menerima daging qurban.

Sumber: majalah al-Furqon edisi 5 tahun ke-7/Dzul Hijjah 1428/Des 2007-Jan 2008 hal. 36-37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: