Dilarang Menjual Daging dan Kulit Binatang Qurban

Desember 2, 2008

dscf7373Sudah menjadi ketentuan syariat bahwa daging qurban tidak boleh dijual oleh pemiliknya, akan tetapi diperintahkan untuk membagikannya kepada manusia atau memanfaatkannya sendiri, sebagaimana perintah syariat dalam pembagian daging qurban yang telah lalu. Oleh karena itu, tatkala Ali bin Abi Thalib ra menyembelih binatang qurban, Rasulullah SAW memerintahkan kepada beliau untuk membagikan daging, kulit dan semua perlengkapan binatangnya, sebagaimana dalam sebuah hadits:
Dari Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk mengurusi qurbannya, dan supaya aku membagi semua perlengkapan unta, serta kulit-kulitnya dan aku dilarang memberi tukang sembelihnya upah diambil dari (daging) qurban, sehingga kami mengupahnya dengan (harta) dari kami sendiri (bukan dari daging qurban)”. (HR Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Sunan Ibnu Majah 3099).
Demikianlah ketentuan Rasulullah SAW dalam masalah pembagian daging qurban, bahkan dalam hadits yang lebih khusus lagi Rasulullah SAW melarang pemilik binatang qurban untuk menjual kulit binatang qurbannya. (Lihat Taudhihul Ahkam oleh al-Bassam 6/71). Imam Baghawi mengatakan: “Sungguh (para ulama) telah bersepakat bahwa tidak boleh menjual daging qurban, begitu juga kulit dan perlengkapan binatang qurban”. (Nailul Authar 3/495-496). Hal ini sebagaimana dalam hadits berikut:
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjual kulit binatang qurbannya, maka tidak ada udhhiyah baginya”. (HR Baihaqi, al-Hakim mengatakan sanadnya shahih, dan al-Albani menghasankannya dalam Shahih wa Dhaif al-Jami 6118 dan Shahih at-Targhib 1088).
Namun bagi orang yang telah diberi sebagian dari binatang qurban, seperti daging atau kulitnya, maka dia berhak melakukan apa saja terhadap daging dan kulit tersebut, baik menjualnya, menyedekahkannya atau dia makan dan semisalnya. Berbeda dengan pemilik binatang qurban, maka dia tidak boleh menjual sedikitpun dari daging dan kulitnya karena apabila dia menjualnya, berarti dia mengambil kembali apa yang telah dikeluarkan Allah Ta’ala, dan ini dilarang dalam agama. (Talkish kitab Ahkam al-Udhhiyah wa adh-Dhakah hal 35).

Sumber: majalah al-Furqan edisi 5 tahun ke-7/Dzul Hijjah 1428/Des 2007-Jan 2008 hal 38.

One Response to “Dilarang Menjual Daging dan Kulit Binatang Qurban”

  1. azzamudin Says:

    Assalamu ‘alaikum wr wb

    Ada buku panduan tentang pembagian daging Kurban tidak ya ? Tolong bila ada saya diberi informasi

    Wasalamu ‘alaikum wr wb


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: