Para Profesional di Masjid

Desember 1, 2008

profesional di dalam dan diluar masjid

profesional di dalam dan diluar masjid

Jika pada hari Sabtu atau Ahad selepas shubuh, anda mendapatkan seorang bapak yang tengah tertidur dalam duduknya, atau terkadang terlentang pulas, tidak lama seusai shalat Shubuh. Biarkan, jangan dibangunkan. Bapak yang berseragam T-shirt dan bersarung itu, kemungkinan adalah dokter Budi. Direktur sebuah rumah sakit di Tangerang ini, dalam keadaan capek sekalipun selalu berupaya menyempatkan diri shalat berjamaah di masjid. Seperti pada beberapa Ahad lalu, dini hari baru tiba dan harus balik lagi di pagi harinya untuk menghadiri pelantikan walikota ditempat kerjanya, tetapi pak dokter yang teramat sangat rendah hati ini sempat shalat shubuh berjama’ah, “Ingin silaturahmi sama bapak-bapak katanya…”.
Lain lagi jika anda shalat shubuh pada hari Senin. Ada yang shalat di masjid mengendarai Honda CRV dari rumahnya. Bukan karena jauh jarak rumah ke masjid, tetapi ia langsung menuju Jakarta tempatnya bekerja. Ia adalah bapak Kosmara, seorang profesional di bidang marketing. Pada hari Sabtu dan Ahad beliau pulang ke Bandung, dan Senin sampai Jum’at kembali ke Jakarta. Jadi, ia bertolak ke tempatnya bekerja dari masjid, seusai shalat shubuh.
Masih banyak para profesional yang mumpuni di bidangnya, berhimpun di masjid. Ada ibu pejabat di pemda kabupaten Bandung yang rajin shalat shubuh berjamaah. Ada para profesional yang masih belia di bidang marketing seperti abu adzka dan pak haji Ruskendar. Ada juga yang bergerak di bidang TI, seperti bapak Makin. Pemimpin perusahaan seperti bapak Eko. Dan nama-nama lainnya. Mereka semua, tatkala berada di masjid, hampir tidak bisa dibedakan. Saat shalat berjamaah, semua gerakannya sama, pakaiannya pun nyaris serupa.
Bahkan, pak Eko pun kini tertular penyakit yang sama dengan pak Arrofa, penyakit bergaya kaisar kalau di masjid. Gaya kaisar ini dipopulerkan oleh pak Arrofa jika sedang berkumpul di masjid. Diam-diam dia membaringkan sisi tubuhnya sambil tetap menyimak pembicaraan. Dan pak Eko mengembangkannya, setelah membaringkan sisi tubuhnya… beliau kemudian tertidur pulas. Semua itu dimaklumi… di masjid, para profesional itu beristirahat. Di rumah Allah, memang ada ketenangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: