Qurban Seekor Kambing

November 27, 2008

dscf7346Sudah menjadi kebiasaan para shahabat dan salafus shalih, setiap datang hari raya Idul Adha, mereka menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya, karena meneladani apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW (Dinukil secara bebas dari Minhaj al-Muslim oleh Abu Bakar al-Jazairi hal 342 dan Fiqh as-Sunnah 2/36).
Hal ini ditunjukkan oleh sebuah hadits: Dari Abu Ayub berkata, “Adakah seorang laki-laki pada zaman Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing untuk dirinya beserta keluarganya”. (HR Tirmidzi 1505, Ibnu Majah 3147, dan dishahihkan al-Albani dalam Irwa al-Ghalil 1142).
Dari hadits diatas dipahami bahwa termasuk Sunnah apabila seorang berqurban seekor kambing hendaknya mengikutsertakan keluarganya untuk mendapatkan pahala qurbannya, sedangkan bersekutu atau patungan dua orang atau lebih untuk berqurban seekor kambing, maka tidak pernah ada pada zaman Rasulullah SAW dan para shahabatnya, oleh karena itu perlu dibedakan antara menyertakan anggota keluarga untuk mendapat pahala (yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW) dengan bersekutu dalam berqurban seekor kambing yang tidak pernah ada contohnya. (Lihat perkataan ini oleh syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarh al-Mumthi’ 7/275-276).

Sumber: majalah al-Furqon edisi 5 tahun ke-7/Dzul Hijjah 1428/Des 07-Jan 08 hal 35.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: