Uang Bukan Masalah Utama

November 26, 2008

sanlat berjalan, atas pertolongan Allah SWT

sanlat berjalan, atas pertolongan Allah SWT

Ini adalah masalah klasik. Uang dulu atau kegiatan dulu. Sebaliknya, kegiatan dulu atau uang dulu. Dua pandangan ini memang mewakili dua sisi yang ekstrim dalam melihat kebutuhan uang dalam menggulirkan suatu kegiatan. Pandangan pertama, sekalipun nampak ekstrim, tetapi mungkin yang paling banyak diyakini dan diamini banyak orang. Bahwa untuk menggulirkan berbagai kegiatan, diperlukan dana yang cukup agar kegiatan itu berjalan. Sebaliknya, golongan kedua yang mungkin pandangannya agak jarang, justru berpikir sebaliknya, lakukan kegiatan insya Allah dana akan mengalir dengan sendirinya.
DKM al-Amanah sendiri, setelah beberapa tahun berjalan dan mengelola kegiatan, tidak sepenuhnya membenarkan salah satu pandangan itu. Yang jelas, keduanya memiliki kebenaran dalam batas-batas tertentu. Benar, dalam memulai sebuah kegiatan kita memerlukan dana, namun dana yang diperlukan seringkali tidaklah perlu sampai 100% mencakup seluruh pendanaan kegiatannya. Biasanya hanyalah sejumlah kecil untuk memulai kegiatan “administrasi”. Kami biasa menyebutnya “dana awal atau modal awal”. Adakalanya itu berasal dari kas DKM, dan seringkali dari kantong para pengurus. Selebihnya, ketika kegiatan berjalan dana pun mengalir masuk.
Pada saat sekarang. Alhamdulillah dana bukanlah masalah utama bagi DKM al-Amanah dalam menggulirkan suatu kegiatan. Bukan berarti kami angkuh merasa cukup. Tetapi kami meyakini begitu besarnya kepedulian warga, khususnya jamaah masjid, terhadap kegiatan masjid. Biasanya, kami berkumpul dan membicarakan suatu rencana. Bisa setelah selesai shalat shubuh atau Isya. Rencana itu, tidak sedikit pula yang justru berasal dari jamaah masjid sendiri. Berikutnya, jamaah itu sendiri memecahkan masalah dananya. Itulah mengapa sekalipun dana di kas DKM sesungguhnya tergolong kecil, namun berbagai kegiatan bisa terus dilakukan.
Maka tatkala sebagian jamaah mendesak untuk segera mengaktifkan LAZ, serta merta pula jamaah masjid memberikan komitmen untuk mendukungnya, ya dengan mengalihkan sebagian atau seluruh infaq ataupun zakat yang biasa mereka salurkan ke lembaga luar, ke LAZ al-Amanah. Bahkan, pak Makin sendiri sebagai ketua LAZ al-Amanah menyatakan diri sebagai donatur pertamanya. Subhanallah. DKM, sama sekali tidak membahas dana untuk mengaktifkan LAZ.
Demikian pula tatkala program Tahfidz hendak digulirkan, dalam hitungan “biasa”, selayaknya DKM berhitung tentang kebutuhan dana yang harus disediakan untuk menggulirkan program itu. Untuk kebutuhan sarana pendidikan, untuk pengajar dan seterusnya. Namun alhamdulillah, tanpa membicarakan hal itu pun, saluran dana pun terlihat dari berbagai cara dan sumbernya.
Terlebih ustadz Saif sendiri, selaku Dewan Syariah DKM al-Amanah, seringkali mengingatkan dengan ayat, “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukan kalian”. Masalahnya sekarang, tinggal yakinkan semua yang direncanakan itu adalah upaya da’wah ilallah dan ketaatan di jalan Allah, niscaya pertolongan Allah pasti datang. Dana dan berbagai hal lainnya, bukanlah masalah utama insya Allah. Apakah kita tidak yakin?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: