Rencana LAZ Menuju Idul Adha

November 18, 2008

dscf73711

Bapak Dedi dan Bapak Makin (Ketua LAZ al-Amanah)

Hari Idul Adha yang kurang dari sebulan lagi, bagi LAZ al-Amanah bukan hanya sebagai pelaksanaan kegiatan ibadah dan hari raya, dimana LAZ mengelola pelaksanaan ibadah Qurban. Lebih dari itu, LAZ hendak menjadikan Idul Adha 1429 nanti sebagai momentum untuk menggerakan kembali aktifitas LAZ, bahkan gerakan ini bukan hanya memperbaiki pada apa yang selama ini telah dilakukan oleh LAZ al-Amanah, tetapi memfungsikan LAZ al-Amanah sebagaimamestinya sebuah lembaga amil zakat.
Sebagai sebuah lembaga amil zakat, LAZ al-Amanah sudah semestinya memiliki aktifitas yang tidak pernah mengenal musim (Idul Fitri atau Idul Adha saja), tetapi sepanjang tahun kegiatan menghimpun dana ummat baik berupa zakat, infaq, shadaqah dan waqaf terus dilakukan. Demikian pula halnya dengan kegiatan penyaluran dana tersebut beserta program pemberdayaan masyarakat (mustahik)nya.
Langkah-langkah menuju hari-H tersebut, telah disusun oleh pak Makin selaku ketua LAZ. Pada hari Ahad lalu (16/11), pak Makin menyampaikan 3 langkah yang akan dilakukan LAZ sebelum hari Idul Adha. Pertama, dilakukannya reorganisasi yang mencakup penyesuaian struktur LAZ di dalam organisasi DKM, yang memungkinkan LAZ mampu bergerak leluasa namun masih dalam dukungan penuh dari DKM. Dalam upaya ini, beliau pun mereposisi SDM yang sudah ada sekaligus merekrut dua tenaga full timer yang akan melaksanakan operasional harian LAZ. Selain itu, pak Makin pun berharap pada keikutsertaan tenaga wanita (ibu-ibu), selain karena ketersediaan waktu yang lebih leluasa, juga disebabkan kebutuhan LAZ dalam menghimpun maupun program pemberdayaan yang pasti melibatkan kaum hawa.
Langkah kedua yang menjadi prioritas utama untuk menjalankan LAZ, ialah pendataan para donatur (muzakki) dan calon/potensi muzakki. Dalam pendataan ini, prioritas pertama adalah warga komplek, khususnya mereka yang telah memahami masalah zakat dan infaq. Bagi mereka yang telah biasa berzakat dan berinfaq, maka setidaknya LAZ mampu menarik sebagian dana itu. Sedangkan bagi warga yang belum berzakat atau berinfaq, diarahkan agar menyalurkan melalui LAZ al-Amanah. Secara matematis, jika ada 20 warga saja berinfaq atau berzakat setiap bulannya masing-masing sebesar Rp.50 ribu, maka telah ada dana sebesar Rp. 1 juta yang bisa dikelola dan menggerakkan LAZ.
Langkah ketiga adalah mendata para mustahik,khususnya dari golongan fakir miskin. Dalam pendataan bisa saja dilakukan secara menyeluruh untuk memetakan permasalahan “mustahik” secara umum, namun dalam penyalurannya LAZ harus fokus sesuai dengan prioritas berdasarkan kemampuan dirinya (kondisi dana, kondisi SDM maupun “perhitungan” efek bola salju dari pemberdayaan itu). Dengan dana yang masih terbatas, volume pekerjaan memang menjadi kecil dan sederhana, namun nilainya menjadi sangat strategis, sebab hal ini akan menjadi titik tolak, langkah pertama, dari LAZ yang apabila dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh, tolakan ini akan bergulir dan membesar. Insya Allah.
Itulah 3 langkah awal yang akan dilakukan LAZ menuju hari-H nya, sebagaimana yang tertulis dalam dokumen yang disampaikan oleh bapak Makin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: