Masalah Meminta Berkah

Oktober 31, 2008

Banyak orang yang meminta berkah dari mereka yang mengaku keturunan (al-itrah) nabi SAW, tolong beri penjelasan?
Meminta berkah (tabaruk) dari mereka (yang mengaku keturunan nabi), itu merupakan kesalahan. Sesungguhnya semua berkah dan kebaikan itu hanyalah milik Allah SWT. Dia berfirman:
“Katakanlah: “Wahai Allah, yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki. Hanya ditanganMu segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Ali Imran 3: 26).
Imam Ibnu Jarir ath-Thabari berkata: “Firman Allah (hanya di tanganMu segala kebajikan), yaitu semuanya itu ditanganMu dan terserah padaMu, tidak ada seorangpun yang berkuasa terhadapnya, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, bukan seluruh makhlukMu, dan bukan sesembahan dan tuhan yang dijadikan oleh orang-orang musyrik dari kalangan ahli Kitab dan orang-orang ummi, mereka menyembahnya dari selainMu, seperti al-Masih dan tandingan-tandingan yang diangkat oleh orang-orang ummi sebagai tuhan”. (tafsir ath-Thabari 3: 222-223).
Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Dari Abdullah (bin Mas’ud), dia berkata: “Kami dahulu menganggap ayat-ayat (perkara-perkara luar biasa) sebagai berkah, sedangkan kamu menganggapnya sebagai perkara untuk menakut-nakuti. Kami dahulu bersama Rasulullah SAW di dalam suatu perjalanan, kemudian air menjadi sedikit, maka beliau bersabda, “Carilah sisa air, ” kemudian mereka datang membawa sebuah wadah yang berisi sedikit air. Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam wadah tersebut, kemudian bersabda, “Kemarilah menuju air bersih yang diberkahi, dan berkah itu dari Allah”. Sesungguhnya aku melihat air terbut dari jari-jari Rasulullah SAW. Dan sesungguhnya kami juga pernah mendengar tasbihnya makanan yang sedang dimakan. (HR Bukhari no 3579, Tirmidzi dan Nasa’i).
Dari keterangan diatas, jelaslah bahwa berkah itu milik Allah dan dari Allah. Oleh karena itu, meminta berkah itu hanya kepada Allah.
Syaikh Dr. Ali bin Nufayyi al-Alayani berkata, “Jika berkah itu dari Allah, maka memintanya dari selainNya merupakan kemusyrikan kepada Allah Ta’ala, seperti meminta rizki, mendatangkan manfaat, dan menolak bencana dari selain Allah SWT”. (at-Tabaruk Masyru’ wa Tabarruk Mamnu’, hal 17).

Dikutip dan diedit dari: Majalah as-Sunnah edisi 10/Tahun X/1427H/2006M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: