Bersedekap ketika I’tidal (2)

Oktober 27, 2008

Bagaimana pendapat ulama dalam masalah sedekap pada saat i’tidal?
Dalam masalah sedekap saat i’tidal, terdapat tiga pendapat.
Pertama. Bersedekap dan tidak bersedekap dalam i’tidal hukumnya sama, sehingga diperbolehkan memilih salah satunya. Demikian ini yang menjadi pendapat Imam Ahmad. (lihat Masail Ahmad liibnihi Shalih 2/205 dan Syarhul Mumti 3/145-146) dan demikianlah pendapat madzhab Hambali. Mereka berargumen, tidak ada dalam sunnah Rasulullah SAW yang secara jelas, sehingga keduanya diperbolehkan.
Kedua. Bersedekap adalah sunnah. Inilah yang dirajihkan syaikh Ibnu Utsaimin (Syarhul Mumti 3/146). Menurut beliau -pendapat yang rajih- sunnahnya adalah meletakkan tangan kanan diatas hasta tangan kiri, karena keumuman hadits Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi yang shahih dari riwayat al-Bukhari, berbunyi: “Orang-orang dahulu diperintahkan untuk meletakkan tangan kanannya diatas hasta tangan kirinya dalam shalat”.
Apabila kamu melihat kepada keumuman hadits ini, yaitu fii ash-shalaah dan tidak menyatakan dalam berdiri, maka jelas bagimu bahwa berdiri setelah ruku disyaria’atkan bersedekap. Karena dalam shalat, posisi kedua tangan ketika ruku berada diatas dua lutut, ketika dalam keadaan sujud berada diatas tanah, ketika berada diatas kedua paha, dan (dalam) keadaan berdiri -mencakup sebelum ruku dan setelah ruku- tangan kanan diletakkan diatas hasta tangan kiri. Demikian inilah yang benar. (Syarhul Mumti 3/146).
Ketiga. Yang sunnah tidak bersedekap. Demikian pendapat syaikh al-Albani dalam kitab Shifat Shalat Nabi SAW. Syaikh al-Albani berdalil dengan hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Abu Dawud berbunyi:
“Apabila mengangkat kepalanya (bangkit dari ruku) maka beliau SAW meluruskan (badannya) hingga semua rangkaian tulang belakangnya kembali ke posisinya”.
Lalu syaikh al-Albani membantah argumen yang menyelisihi pendapat beliau. (Lihat Shifat Shalat Nabi SAW hal; 138-139).
Demikian perbedaan pendapat dalam masalah bersedekap ketika i’tidal ini. Wallahu’alam.

Dikutip dari: majalah as-Sunnah edisi 11/tahun X/1428 H/2007 hal 5.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: