Bagaimana Mengadopsi Anak?

Oktober 24, 2008

Bolehkah seorang wanita yang telah menikah namun Allah SWT belum mengaruniai anak kepadanya, mengangkat anak yang ia nisbatkan kepada dirinya dan suaminya?

Kebiasaan mengadopsi anak pernah ada pada zaman zahiliyah, lalu Islam membatalkannya dan melarangnya. Jadi anak yang diadopsi itu bukan mahram bagi yang mengadopsi. Karena seorang anak hanya boleh dinisbatkan (dinasabkan) kepada kedua orang tuanya yang sebenarnya, tidak boleh dinasabkan kepada orang yang mengadopsinya.
Allah SWT berfirman, yang artinya: “Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri), yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya, dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). Panggillah merea (anak-ana angkat itu) dengan (memakai) nama bapa-bapak mereka. Itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu”. (QS. al-Ahzab 33: 4-5)

Oleh karena itu, wajib bagi kaum muslimin untuk menjauhi masalah berbahaya ini, sebuah masalah yang dibatalkan dan dilarang oleh Islam. Dan tidak ada yang menghalangi seorang muslim berbuat baikk kepada anak yatim atau anak kecil yang tidak memiliki wali yang mengurusi pendidikan mereka. Dalam berbuat baik kepada mereka terdapat pahala yang besar, namun jangan diadopsi. (al-Muntaqa min Fatawa Fashilatisy Syaikh Shalih bin Fauzan 4/197).

Dikutip dari: majalah as-Sunnah edisi 04/tahun XI/1428H/2007M hal 15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: