Escape From CD3…

9 03 2009

P07-03-09_20.57 Kalau silaturahim antar warga sudah sangat erat, sulit untuk bisa keluar dari lingkungan warga. Selain diperlukan niat yang superkuat dan bakat yang mumpuni… bakating kubutuh, juga harus tabah menghadapi persekongkolan warga yang tidak akan rela begitu saja melepaskan anda, melenggang ringan meninggalkan lingkungan anda. Ini bukan kisah sinetron, tetapi kisah nyata sebagaimana yang dituturkan oleh para korban sekaligus pelaku persekongkolan.

“Memang rizki saya disini rupanya…” begitulah kalimat pasrah dari bapak Sis, warga CD 3. Kalimat pasrah ini, menutup kisah tragis kegagalannya untuk melarikan diri dari CD 3. Beragam alasan, latar belakang dan pertimbangan telah dipikirkannya sehingga kemudian bapak wong jawa ini memutuskan untuk pindah dari CD 3. Dimulai dengan alasan kepindahan tempat kerjanya, namun alasannya kurang kokoh. Lalu didorong niat yang luhur dari isterinya untuk pindah, maka suami teladan inipun manut. Ia pun menjajaki berbagai perumahan untuk menjadi tanah airnya yang baru. Pilihan jatuh ke komplek disekitar buah batu. Cukup elit dan di kota, akses ke jalan tol sangat dekat. Eh, ndilalah… sepulang dari pengajian, isterinya malah meminta suaminya untuk membatalkan rencana pindahnya. Alasannya, ia betah tinggal di CD3.

Baca entri selengkapnya »





Dari Berdoa ke Tindakan Nyata untuk Muslim Palestina

16 01 2009

Khaibar ya Yahud! Begitulah teks yang tertulis di status messagenya pak haji. Apa maksudnya? Bagi kaum muslimin, meneriakkan kata tersebut memiliki dua arti. Pertama, kepada bangsa Yahudi agar mereka mengingat kembali nasib nenek moyang mereka di Khaibar, bagaimana ujung sikap permusuhan dan pengkhianatan keji kepada kaum muslimin akan berakhir tragis, sebagaimana di Khaibar.

Dan bagi kaum muslimin, menjadi peringatan, bahwasanya bangsa Yahudi yang berkepala granit tidak bisa dihadapi kecuali dengan kembali kepada ajaran Islam, mengibarkan panji Islam, dan membuang jauh panji-panji Jahiliyah seperti nasionalisme, arabisme dan seruan asing lainnya. Yahudi tidak takut terhadap Mesir, Jordania, Arab Saudi dan seluruh bangsa di dunia ini… yang mereka takutkan hanyalah Islam! Itulah yang dikibarkan oleh Hamas dan para mujahidin lainnya di Palestina. Itulah yang membuat mereka ketakutan dan tidak pernah merasa aman tidur di tanah jajahannya…

Baca entri selengkapnya »





Masalahnya Ustadz, Siapa yang Mau Menyimpan Dananya?

8 01 2009

p23-11-08_0824Amanah bagaikan sebuah beban yang sangat berat. Bapak Eko yang tongkrongannya gagah perkasa hampir mundur dari bendahara DKM. Berat pak memegang uang, apalagi ini uang masjid (DKM), begitu alasannya. Alasan itu, langsung ditolak mentah-mentah oleh ketua DKM. Alhamdulillah, beliau tidak melakukan demo atau mogok makan, sehingga badannya tetap kokoh dan besar.

Hal yang sama hampir terjadi pada pak Makin, ketua LAZ dan sekretarisnya pak Roni. Merasa LAZ al-Amanah mengalami stagnasi, duet maut ini kompak hendak mengundurkan diri. Mereka khawatir stagnasi LAZ diakibatkan kesibukan mereka yang luar biasa, sehingga tidak memiliki waktu untuk meluangkan tenaga dan pikirannya untuk LAZ. Baca entri selengkapnya »





Abu Haidar, Singa dari Cicadas

4 01 2009

P08-12-08_05.53 Nama KTP-nya, Adang Effendi. Jika disebut cadas, bukan karena bapak 2 anak ini berasal dari Cicadas, tetapi karena keteguhannya dalam memperjuangkan idealismenya. Piawai dalam membuat konsep, dan konsisten dalam memperjuangkannya. Walau karena itu, ia harus melawan arus dan berseberangan dengan kebanyakan orang. Di dalam rapat, tutur katanya berubah menjadi mantap dan tidak jarang nyaring. Berbeda tatkala diluar rapat, lemah lembut dengan banyak dipoles heureuy. Nah, beliau termasuk salah satu singa rapat… aumannya membuat suasana rapat bisa berubah. Adakalanya, dalam rapat bapak guru ini diam dan asik menyimak, tanpa mengeluarkan sepatah katapun ke forum hingga rapat selesai. Namun tatkala sudah bicara, ya seperti singa…merajai forum.

Nama julukannya (kunyah) adalah Abu Haidar. Bukan karena ia menjadi singa rapat, tetapi karena puteranya bernama Haidar (singa). Kesibukannya sebagai guru private memang membuatnya seolah tidak mengenal waktu, seringkali sabtu, ahad dan hari-hari libur justru menjadi hari yang sibuk. Ditambah lagi, saat ini ia kuliah menempuh jenjang S-2 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tetapi, ditengah kesibukannya, selalu menyempatkan hadir manakala diundang rapat, dan antusias mengikuti perkembangan kegiatan masjid (dkm). Termasuk rajin pula hadir pada setiap ta’lim shubuh. Ketika suatu ketika ada rumor bahwa ia tidak ke masjid karena tidak setuju dengan pandangan ustadz tentang Syi’ah, dengan enteng singa ini bergumam: “Kalau tidak setuju mah, sejak awal saya akan menolak kehadiran ustadz…”. Lalu, kenapa atuh jadi jarang ikut ta’lim shubuh. Dengan tersenyum-senyum lelaki yang hobi berpakaian hitam ini menjawab, “Nyaeta puguh… tunduh! (Itulah masalahnya… ngantuk!). Karena katanya, kalau sudah mengerjakan tugas-tugas, bisa sampai sangat larut malam, jadi berat sekali melawan kantuk tatkala shubuh. Yah, itu memang masalah banyak orang modern…

Baca entri selengkapnya »





Orang Pajak yang Ingin Bijaksana Juga Bijaksini

4 01 2009

P28-12-08_07.22[1] “Terus-terang saja pak, tugas saya menjadi ketua bidang ta’lim ini, rasanya sangat berat, ” kata pak Rendra dengan mimiknya yang serius. “Karena ta’lim kan ujung tombaknya da’wah dan DKM,” lanjutnya. Apa yang disampaikan pak Rendra memang benar. Benar sekali bahwa bidang ta’lim memiliki peran yang sangat penting dalam memakmurkan masjid, dan itu menjadi beban (amanah) yang sangat berat. Karena itu pula, tidak salah pilih, jika DKM al-Amanah mempercayakan bidang itu kepadanya. Sangat sedikit orang yang menyadari akan beratnya amanah yang dipikul, dan kesadaran atas beratnya amanah, merupakan modal pertama bagi seseorang untuk menunaikannya.

Pak Rendra, yang nama lengkapnya Rendra Santika, termasuk salah seorang warga yang memiliki kesibukan yang luar biasa. Namun, disela kesibukannya, ia masih meluangkan waktu untuk menjadi pengurus DKM al-Amanah, dan termasuk rajin mengikuti ta’lim seusai shalat shubuh. Penampilannya yang serius dan “beku”, mungkin akibat pengaruh profesinya di dunia perpajakan, yang sehari-harinya ngobrol dengan angka dan uang. Tetapi, adakalanya tawanya meledak juga hingga terguling-guling, tatkala melihat warga rancamanyar berusaha berbicara bahasa Arab (dalam pelajaran bahasa Arab hari Sabtu). Walau di DKM posisinya adalah wakil ketua bidang ta’lim, namun setelah kepindahan bu Elly -sang Ketua- ke Tangerang, menjadikannya nomor satu di bidang tersebut.

Baca entri selengkapnya »





Pelanggaran HAM Berat Banget…

19 12 2008

P15-11-08_05.41 “Wah ini pelanggaran HAM ini,” kata pak Ifi seusai ta’lim ba’da shubuh. “Saya harus lapor KPK ini”. Lanjutnya. HAM dan KPK? Apa hubungannya? Hanya pak Ifi yang bisa menjelaskan secara panjang lebar, hubungan antara HAM dengan KPK. Dalam banyak hal, pak Ifi memang pakarnya kalau bicara panjang lebar, masalahnya seringkali yang mendengar kurang bisa menangkap apa yang dijelaskannya.

Kalimat pembuka diawal tulisan ini, beliau lontarkan karena katanya, “setiap kali saya mau bertanya, orang-orang sudah berdiri meninggalkan majlis…”, karena itu, pagi ini beliau tidak bertanya, karena takut majlis bubar sebelum waktunya. Sikap bapak-bapak itu, menurut pak Ifi, adalah pelanggaran HAM, dengan kategori sangat berat, berat banget. Karena itulah, ia sebenarnya bisa melaporkan ke KPK. KPK? Sekali lagi, hanya pak Ifi yang tahu hubungan HAM dengan kerjaan KPK.

Baca entri selengkapnya »





Mendengarkan Obrolan "Anak Kecil"

17 12 2008

P15-11-08_05.34 “Lagi ghibah ga..?” tanya pak Iyan kepada kumpulan bapak-bapak seusai shalat Isya. Lalu laki-laki berpenampilan layaknya panglima pasukan koalisi AS-Irak ini melanjutkan sambil ketawa, “Kalo ghibah, saya ikutan”. Begitulah bapak-bapak di masjid menanggapi ghibah ataupun berita bohong, yang ada kalanya terdengar juga di kalangan jamaah masjid, ditanggapi dengan guyonan dan malah menjadi bahan lelucon diantara mereka.

Seperti tanggapan mereka atas berita bohong yang beredar di sebagian warga. Berita bohong kali ini terkait dengan isu pilkades yang sedang hangat. Konon, DKM al-Amanah mendapat uang dari salah satu calon Rp. 5 juta, dan orang yang biasa di masjid memperoleh uang masing-masing Rp. 500 ribu. Berita ngaco ini jadi bahan tertawaan seusai shalat maghrib. “5 juta?” kata salah seorang jama’ah, “Salah itu, yang bener mah 5 milyar…ntar kita bangun masjid di masing-masing blok!” kata pak Safri. Lebih lucunya, calon yang diisukan ngasih uang itu ternyata bukan orang yang benar-benar ngasih Rp. 500 ribu. Wah, bohongnya kurang canggih nih.

Baca entri selengkapnya »





Mengikuti Jejak bu Dahlia

17 12 2008

P17-11-08_05.22[1] Selintas bila melihat bapak Iyan Badarudin, orang menyangka ia adalah salah satu pasukan Irak, anggota NAVI SEAL atau Delta Force yang nyasar dan taubat di masjid al-Amanah. Penampilannya yang tegap menjulang dan kepala yang gersang dari rambut, menjadi indikator dugaan awal. Namun, setelah mengenalnya lebih dekat, semua indikator itu pun lenyap. Untuk seorang pasukan khusus, pak Iyan ini terlalu murah senyum dan hobi guyon.

Kisah pak Iyan kali ini, tidak ada hubungannya dengan Irak sama sekali, tetapi justru dengan AS, khususnya dengan bu Dahlia yang tinggal di negeri Obama. Saat cerita tentang bu Dahlia yang mengajarkan anak-anaknya al-Quran melalui CD-CD murattal al-Qur’an, pak Iyan pun tertarik. Rentetan pertanyaan pun ia luncurkan. Mulai tentang murattal, siapa itu syaikh Misyari Rasyid, hingga dimana bisa beli CDnya dan juga harganya.

Baca entri selengkapnya »





AADC (Ada Apa Dengan Cak Roni?)

9 12 2008

p08-12-08_1125Konon, pada masa awal berdirinya kerajaan Rancamanyar, pak Roni merupakan salah satu warga yang sangat aktif. Di jajaran kepengurusan RT, bersama bapak Adang, ia merupakan duet maut. Kiprah mereka di kancah pemerintahan RT, bagaikan duet Riki dan Rexi di dunia badminton, ga ada tandingan lah. Tidak hanya di tingkat RT, lelaki yang sangat murah senyum ini pun acapkali malang melintang di tingkat RW. Berbagai ide dan gagasannya mengalir melalui rapat-rapat, baik formal maupun informal. Baca entri selengkapnya »





Nu Penting Sesuai Aturan

9 12 2008

p08-12-08_07591“Ia malah antusias untuk membantu panitia qurban, pak!” begitulah kata pak Makin saat diskusi pembentukan susunan panitia, melalui YM. Jawaban itu adalah pertanyaan tercantumnya nama Drs. Dedi Hermawan disusunan kepanitiaan qurban sebagai ketua bidang pendistribusian. Dan pak Makin benar, saat bicara langsung dengan pak Dedi, antusiasmenya memang tidak bisa disembunyikan, “Dalam posisi apapun saya siap bantu pak Makin lah, agar qurban sukses!”
Bagi warga komplek Rancamanyar, nama Drs. Dedi Hermawan, tidaklah asing. Ia adalah mantan RW 17. Disamping itu, gaya bicaranya yang lugas dan suaranya yang “dolby stereo”pun menjadi ciri khasnya, sehingga di dalam rapat pun sangatlah mudah untuk dikenali. Tidak hanya itu, perhatiannya terhadap berbagai permasalahan di lingkungan komplek pun tergolong diatas rata-rata. Baca entri selengkapnya »