Proyeksi PTQ

28 12 2008

sanlat liburan (14) Apa yang dimaksud proyeksi ialah gambaran masa yang akan datang dari pelaksanaan kegiatan yang dilangsungkan saat ini, dalam hal ini adalah kegiatan program tahfidz quran (PTQ). Proyeksi ini, terkait dengan visi pendidikan para pengurus DKM khususnya dan harapan warga secara umum. Harapan warga tentang pendidikan Islam di lingkungannya, semestinya bisa disuarakan melalui Dewan Syura, yang kemudian dirumuskan menjadi visi pendidikan DKM. Walau pada praktiknya, tidak selalu harus mengalir seperti demikian.

Proyeksi PTQ, yang merupakan pilot project dari program tahfidz yang mapan dan masal, serta sekaligus cikal bakal dari program pendidikan secara keseluruhan, bisa digambarkan ke dalam tiga gambaran (visi) berikut:

Baca entri selengkapnya »





Maksud Digulirkannya PTQ

27 12 2008

Sanlat liburan (4) Maksud disusun dan digulirkannya Program Tahfidz Qur’an oleh DKM al-Amanah ialah sebagai berikut:

1. Sebagai pilot project hasil dari PTQ akan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan untuk penyusunan model pendidikan yang bisa dikembangkan dan dilaksanakan oleh DKM al-Amanah. Model ini perlu disusun secara cermat karena pendidikan yang dilaksanakan di masjid al-Amanah tidak sama dengan pendidikan formal (sekolah) dimana sistematika pembelajaran telah baku dan terlembagakan dengan baik, serta tidak pula sama dengan pesantren dimana peserta sepenuhnya (24 jam) berada dalam bimbingan dan pengawasan seorang ustadz. Model pendidikan yang dikembangkan di masjid DKM setidaknya mampu mengakomodir kelebihan dari masing-masing model yang disesuaikan dengan keadaan dan keterbatasan peserta didik, orang-tua dan lingkungan pendidikan.

Baca entri selengkapnya »





Pendidikan dan Peran Masyarakat

27 12 2008

CIMG1875 Sebagaimana UUD 1945 menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan, UU Sisdiknas no 20/2003 dalam pasal 5 menegaskan kembali bahwa:

  • Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
  • Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.
  • Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus.
  • Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat.

Peran serta masyarakat dalam pendidikan diatur secara luas dalam UU Sisdiknas, baik peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi kemasyarakatan.Masyarakat dapat berperan serta, baik dalam penyelenggaraan maupun pengendalian mutu pelayanan pendidikan (pasal 54).

Baca entri selengkapnya »





Catatan Tujuan PTQ: Mampukah Anak-Anak Kita?

26 12 2008

Sanlat liburan (3) Bila melihat tujuan PTQ, mulai dari jangka pendek hingga panjang, sebagian orang tua bertanya-tanya, mampukah anak-anaknya menghafal al-Quran sampai 3-5 juz? Pertanyaan yang sangat wajar karena didasari oleh ketidaktahuan serta pengalaman yang hampir tidak ada rujukan pada program sejenis. Hal ini akan terjawab manakala para orang-tua diajak melihat langsung maupun tidak langsung (studi banding, modul film dokumenter) dari program tahfidz dimana banyak anak-anak yang bahkan mampu menghafal al-Qur’an secara lengkap 30 juz.

Karena itu, para penyusun PTQ sejak awal menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bertumpu kepada kemampuan anak-anak (peserta), tetapi juga tergantung pada partisipasi aktif dari orangtua (dalam menciptakan lingkungan rumah dan pergaulan yang kondusif), metode belajar (silabus, sistematika pembelajaran), serta tim pembimbingnya (dimana mereka sendiri sudah pernah menjalani program tahfidz dan berhasil)

Baca entri selengkapnya »





Catatan PTQ: Al-Quran Saja?

26 12 2008

Sanlat liburan (2) Program Tahfidz al-Qur’an memang memfokuskan pada upaya anak-anak untuk menghafalkan al-Qur’an. Dalam program ini, peserta tidak dibebani dengan pelajaran-pelajaran lain selain al-Qur’an. Lalu, mengapakah anak-anak tidak diajari juga tentang ajaran Islam lainnya, seperti fikih (ibadah), akhlaq, sejarah (kisah dan sirah nabi) dan lain sebagainya?

Ada beberapa alasan, mengapa PTQ memfokuskan diri pada upaya penghafalan (tahfidz) al-Qur’an, diantaranya:

1. Pelajaran al-Qur’an sesungguhnya berdampak pada hampir seluruh diri seseorang. Jika ia meresap dalam diri seseorang maka akan nampak dari perilakunya, begitu pula sebaliknya. Perilaku (akhlaq) yang buruk, tidak mungkin dapat meresap al-Quran pada diri orang tersebut. Maka cukuplah apa disampaikan oleh ummul mu’minin Aisyah ra tatkala ditanya tentang akhlaq Rasulullah SAW, dengan ringkas beliau menjawab: “Akhlaqnya Rasulullah adalah al-Qur’an”.

Baca entri selengkapnya »





Praktik PMA

26 12 2008

Sanlat liburan (1) Beberapa tip mengenai bagaimana menjalani praktik sehari-hari.

Memiliki Gambar Besar. Milikilah gambar besar (big picture) bagaimana pola yang akan kita selenggarakan. Dengan gambar besar itu, setidaknya kita mengetahui kemana arah yang hendak kita tuju dalam pelaksanaannya. Seandainya terjadi penyimpangan atau modifikasi di lapangan, kita dapat menilainya apakah masih sesuai dengan gambar besar atau tidak.

Buat program jangka pendek. Buat rencana-rencana jangka pendek (mingguan/bulanan) mengenai kegiatan yang akan kita laksanakan bersama. Buat rencana belajar apa dan bagaimana cara belajarnya sehingga kita tahu apa yang harus kita siapkan. Program mingguan ini dapat membantu kita menilai efektifitas proses yang sudah kita jalani.

Baca entri selengkapnya »





Metode PMA

25 12 2008

CIMG1872 Salah satu kekhawatiran yang muncul pada orang tua adalah bagaimana cara mengajarkan anak yang semakin lama semakin pandai, melebihi kepandaian orang tua. Berikut ini tip mengenai metode belajar:

Jangan terpaku pada model belajar mengajar. Membuka peluang yang besar bagi anak untuk menjadi mandiri. Dorong sejak awal anak-anak untuk berinisiatif dan bantu mereka untuk mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri.

Anda tidak harus menjadi guru. Pada anak usia dini orang tua mungkin masih harus mendampingi anak untuk belajar.  Tetapi semakin besar anak akan semakin mandiri, Orang tua kemudian hanya menjadi fasilitator untuk membantu anak-anak menemukan sumber pengetahuan yang dibutuhkannya.

Baca entri selengkapnya »





Catatan PTQ: Tujuan Orang Tua

25 12 2008

DSCF8176 Hal pertama yang harus digarisbawi dalam PTQ ialah keikutsertaan orang tua. Orang tua menjadi kunci keberhasilan PTQ, sebab sebagian besar waktu anak-anak bersama orang-tuanya, sehingga bagaimana kondisi anak-anak di rumah bersama orang-tuanya akan berdampak sangat besar bagi keberhasilan hafalan al-Qur’an anak-anaknya. Hal kedua yang perlu disadari pula, sesungguhnya pendidikan dan pembinaan anak-anak adalah tanggung-jawab orang tua. Tanggung-jawab itu tidak bisa dilepaskan begitu saja, di dunia apalagi di akhirat. Sebab, yang harus mempertanggungjawabkan anak-anak adalah orang tuanya, bukan guru, ustadz atau orang lain. Kehadiran ustadz, adalah sebatas membantu orang tua untuk membimbing anak-anak tersebut.

Karena itulah, sejak awal wacana PTQ digulirkan, maka upaya melibatkan orang-tua menjadi salah satu fokus perhatian. Sejak awal, orang tua yang akan mengikutsertakan anak-anaknya dalam PTQ harus sungguh-sungguh berkomitmen bagi keberhasilan pendidikan anak-anaknya. Contoh sederhananya, betapa pentingnya peran orang tua di rumah, digambarkan: anak-anak ikut PTQ di masjid hanya 1-2 jam, setelah itu pulang. Bagaimana jadinya, jika 1-2 jam mereka mencoba menghafal al-Qur’an di masjid,  sementara 10-15 jam di rumah mereka disuguhi lagu-lagu, film-film, hiburan-hiburan yang justru bisa merusak hafalannya?

Baca entri selengkapnya »





Catatan PTQ: Mengapa Triwulan?

25 12 2008

CIMG1874 Dalam penyusunan PTQ pembagian tahap belajar dibagi ke dalam setiap 3 bulan (triwulan), hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Evaluasi. Tiga bulan adalah waktu yang cukup, tidak terlalu singkat dan tidak pula terlalu panjang, untuk mengevaluasi pelaksanaan program. Evaluasi berdasarkan pengawasan atas program yang sedang dilaksanakan, sekaligus mengendalikan program jika terjadi penyimpangan, bahkan masih mencukupi waktu untuk dilakukan perbaikan (penyesuaian) program jika dipandang perlu.
  • Penyebaran beban. Beban yang dimaksud ialah target hafalan yang harus dicapai oleh siswa. Dengan seringnya dilakukan evaluasi, maka beban disebar semakin luas sehingga tidak terasa berat. Evaluasi triwulan cukup memberi kesempatan bagi peserta untuk mempersiapkan diri sekaligus memperbaiki target hafalannya sehingga ia memenuhi syarat kelulusan.

Baca entri selengkapnya »





Tujuan Program Tahfidz Quran

25 12 2008

CIMG1904 Berdasarkan waktu, tujuan Program Tahfidz al-Quran (PTQ), dipilah ke dalm 3 kategori, yakni: tujuan jangka panjang, tujuan jangka menengah dan tujuan jangka pendek. Dimana masing-masing tujuan tersebut memiliki beberapa sasaran dilihat dari beberapa aspek (peserta, orangtua, warga dan DKM al-Amanah).

Tujuan Jangka Pendek

Tujuan jangka pendek ialah tujuan yang hendak dicapai dalam waktu 6 bulan atau 2 triwulan atau 1 semester.

1. Dari sisi peserta:

  • Hafal al-Qur’an sekurang-kurangnya 18 surat dari Juz Amma 9 (Juz ke-30).
  • Mampu membacakan al-Qur’an dengan baik sesuai dengan tajwidnya.
  • Mencintai dan menyenangi al-Qur’an, baik membaca dan mendengarkannya.
  • Memiliki akhlaqul kharimah khususnya dalam hal: adab membaca dan mendengar al-Qur’an, adab di masjid, adab saat shalat dan adab di masjid.
  • Merasakan nikmatnya belajar al-Quran, melaksanakan ibadah dan hadir di masjid.

Baca entri selengkapnya »