Berdiri Untuk Mengerjakan Shalat Tahiyyatul Masjid Pada Khutbah Kedua

29 01 2009

P22-10-08_11.53[2] Selain itu, ada juga diantara jamaah yang datang ke masjid dan mendapatkan khatib sudah berada diatas mimbar, lalu dia langsung duduk tanpa mengerjakan shalat tahiyyatul masjid, kemudian ketika khatib selesai menyampaikan khutbah pertamanya, dia langsung berdiri untuk mengerjakan shalat tahiyyatul masjid. Ini jelas salah.

Yang benar adalah hendaklah dia mengerjakan shalat tahiyyatul masjid terlebih dahulu saat dia sampai ke masjid, baru kemudian duduk dan tidak berdiri lagi, baik pada khutbah pertama maupun kedua. Yang demikian itu didasarkan pada sabda Nabi SAW:

“Jika salah seorang diantara kalian datang (ke masjid) pada hari Jumat sedang khatib tengah berkhutbah maka hendaklah dia mengerjakan shalat 2 rakaat dan memperpendeknya”. (Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim no 875).

Sumber: 75 Kesalahan Seputar hari dan Shalat Jumat, Wahid Abdus Salam Baali, Pustaka al-Inabah hal 50-51.





Mengangkat Suara Tinggi-Tinggi untuk Memberi Penilaian Baik Saat Khutbah Berlangsung

28 01 2009

P10-11-08_15.02 Diantara jamaah pun ada yang jika mendengar dari khatib sesuatu yang membuatnya takjun maka dia akan mengatakan dengan suara keras, “Allah”, seraya memberi penilaian baik apa yang disebutkan oleh khatib. Dan ini pun salah. Sebab, hal itu bisa menimbulkan gangguan bagi orang-orang yang tengah mendengarkan khutbah dari satu sisi, sekaligus bertentangan dengan ketenangan dan etika saat khutbah berlangsung, dari sisi lain.

Sumber: 75 Kesalahan Seputar Hari dan Shalat Jumat, Wahid Abdus Salam Baali, Pustaka al-Inabah hal 49-50.

Tag Technorati: {grup-tag},,




Membaca Shalawat dengan Suara Keras Saat Khutbah Berlangsung

26 01 2009

P23-10-08_11.50 Diantara jamaah ada juga yang jika mendengar khatib menyebut Nabi SAW di dalam khutbahnya, langsung bershalawat atas Nabi dengan suara yang keras sehingga mengganggu orang-orang disekitarnya. Dan ini jelas salah.

Yang benar adalah bershalawat atas Nabi SAW secara sirr (suara yang lirih). Demikian juga memohonkan keridhaan kepada Allah untuk para Shahabat Nabi (dengan membaca radiaallahu anhu).

Sumber: 75 Kesalahan Seputar Hari dan Shalat Jumat, Wahid Abdus Salam Baali, Pustaka al-Inabah hal 49.





Meminta-Minta Saat Khutbah

25 01 2009

P22-10-08_11.55[2] Di beberapa masjid bisa kita dapatkan beberapa anak miskin yang sengaja dikirim oleh keluarganya untuk meminta-minta saat khutbah berlangsung. Sehingga anda akan melihat diantara mereka ada yang menengadahkan tangan kepada anda agar anda memberinya saat khutbah berlangsung, dan setelah itu dia akan beralih ke orang lain, dan demikian seterusnya.

Oleh karena itu, anda tidak boleh memberi sesuatu pun kepada mereka. Dan hendaklah mereka diperintahkan untuk duduk, karena yang demikian itu bisa melengahkan dan mengganggu orang-orang yang sedang mendengar khutbah.

Sumber: 75 Kesalahan Seputar Hari dan Shalat Jumat, Wahid Abdus Salam Baali, pustaka al-Inabah hal 48-49





Mengedarkan Kotak Amal Saat Khutbah Berlangsung

23 01 2009

P22-10-08_11.56 Diantara orang ada yang ditugaskan untuk mengedarkan kotak amal, sehingga anda bisa melihatnya ia berdiri pada khutbah kedua untuk berjalan mengelilingi orang-orang sebaris demi sebaris, untuk mengumpulkan sumbangan mereka. Padahal dengan demikian itu telah melakukan kesalahan, dimana ia menganggap hal tersebut merupakan hal terbaik. Dan salah juga orang yang meletakkan tangannya ke dalam kantong bajunya untuk kemudian mengambil uang dan meletakkannya ke dalam kotak amal.

Bagi yang ingin menyumbang, silakan menyumbang setelah shalat. Hal yang sama juga berlaku bagi orang yang berjalan membawa air kepada jama’ah yang sedang duduk saat khutbah sedang berlangsung. Semua itu termasuk dalam kelengahan yang dilarang dilakukan saat khutbah disampaikan.

Baca entri selengkapnya »





Berbicara Saat Khutbah Tengah Berlangsung

21 01 2009

P11-11-08_12.03 Diantara jamaah ada juga yang berbincang  dengan orang secara perlahan di sekitarnya saat khutbah tengah berlangsung. Jelas ini salah, karena Nabi SAW telah memerintahkan untuk diam guna mendengarkan khutbah Jumah dengan seksama.

Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya, yaitu satu hadits yang diriwayatkan oleh empat perawi dan dinilai shahih oleh al-Albani. Dari Aus bin Aus ra bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa mandi pada hari Jumat dan membersihkan diri, lalu cepat-cepat dan bergegas, serta berjalan kaki dan tidak menaiki kendaraan, juga mendekati posisi imam, kemudian mendengarkan lagi tidak lengah, maka baginya setiap langkah amalan satu tahun, dengan pahala puasa dan qiyamul lail yang ada pada tahun itu”. (Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Daud no 345, at-Tirmidzi no 496, an-Nasa’i no 1398, Ibnu Majah no 1087. Dinilai shahih oleh syaikh al-Albani di dalam kitab Shahih at-Tirmidzi no 496).

Di dalam kitab ash-Shahiihain telah disebutkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau mengatakan kepada temanmu “Diam” pada hari Jumat dan imam sedang berkhutbah, berarti engkau telah berbuat sia-sia”. (Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari no 934 dan Muslim no 851).

Lalu apa hukuman bagi orang yang berbicara atau melangkahi pundak jamaah?

Baca entri selengkapnya »





Melangkahi Pundak Jamaah yang Datang Lebih Awal

16 01 2009

Diantara kaum muslimin ada yang datang terlambat ke masjid, sehingga dia menyela jamaah yang datang lebih awal dan duduk dengan melangkahi pundak mereka sehingga dia sampai ke barisan pertama. Ini jelas salah. Mestinya dia harus menempati tempat yang terakhir yang ia dapatkan.

Telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani, dari Jabir bin Abdillah ra bahwasanya ada seseorang masuk masjid pada hari Jumat sedang Rasulullah SAW tengah menyampaikan khutbah, lalu dia melangkahiu orang-orang, maka Rasulullah SAW bersabda:

Baca entri selengkapnya »





Enggan Menempati Shaff Awal

15 01 2009

Diantara jamaah ada yang datang ke masjid lebih awal dan menempati barisan pertama masih kosong, tetapi dia malaah memilih untuk menempati barisan kedua atau ketiga agar bisa bersandar ke tiang misalnya, atau memilih barisan belakang sehingga dia bisa bersandar ke dinding misalnya. Semuanya itu bertentangan dengan perintah Nabi SAW untuk segera menduduki barisan pertama yang didapatinya selama dia bisa sampai ke tempat tersebut, karena agungnya pahala yang ada padanya serta banyaknya keutamaan yang terkandung padanya. Dan seandainya dia tidak bisa sampai ke tempat itu kecuali dengan cara undian, maka hendaklah dia melakukan hal tersebut sehingga dia tidak kehilangan pahala yang melimpah itu.

Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya orang-orang itu mengetahui apa yang terdapat pada seruan adzan dan shaff pertama kemudian mereka tidak mendapatkan jalan, kecuali harus melakukan undian, niscaya mereka akan melakukannya”. (Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari no 721 dan Muslim no 437)

Baca entri selengkapnya »





Shalat Sunnah Qabliyah Jumat

2 01 2009

P12-11-08_15.20 Diantara kaum muslimin ada yang setelah mendengar adzan pertama langsung berdiri dan mengerjakan shalat dua rakaat sebagai shalat sunnah qabliyah Jumat.

Dalam hal ini perlu saya katakan, saudara-saudaraku yang mulia, shalat Jumat itu tidak memiliki shalat sunnah qabliyah, tetapi yang ada adalah shalat ba’diyah Jumat.

Memang benar telah ditegaskan bahwa para shabat ra. jika salah seorang dari mereka memasuki masjid sebelum shalat Jumat, maka dia akan mengerjakan shalat sesuai kehendaknya, kemudian duduk dan tidak berdiri lagi untuk menunaikan shalat setelah adzan. Mereka mendengarkan khutbah dan kemudian mengerjakan shalat Jumat. Dengan demikian, shalat yang dikerjakan sebelum shalat Jumat adalah shalat tahiyyatul masjid dan shalat sunnat mutlaq.

Baca entri selengkapnya »





Meninggalkan Shalawat pada Hari Jumat

20 12 2008

P11-11-08_11.49 Sebagian orang ada yang lalai untuk bershalawat atas Nabi SAW pada hari Jumat, meskipun keutamaannya sangat besar, pahalanya pun begitu berlimpah, khususnya pada hari Jumat.

Telah diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan al-Hakim, yang dinilai shahih olehnya serta disetujui oleh adz-Dzahabi dan al-Albani.

Dari Aus bin Aus ra dia berkata Rasulullah SAW bersabda: ” Sesungguhnya sebaik-baik hari-hari kalian adalah hari Jumat, karenanya perbanyak shalawat atas diriku pada hari tersebut, karena kalian akan diperlihatkan kepadaku”.

Lalu para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu sedang engkau telah hancur lebur?” Dia berkata, dia mengatakan, “Telah rusak berserakan”.

Baca entri selengkapnya »