Mengucap “Lailahaillallah” Masuk Surga?

9 03 2009

P10-11-08_15.29 Ada hadits Rasulullah SAW mangatakan: “Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” akan masuk surga, walaupun dosa-dosanya sebanyak buih lautan”. Apakah benar hadits itu?

Orang yang mengucap kalimat tauhid “lailaha illallah” dengan penuh kemantapan dan didasari iman, tentunya sudah punya persiapan kuat untuk mengatur gerak langkahnya guna mengabdikan dirinya kepada kalimat tauhid itu.

Arti dan tujuan pokok dari kalimat tauhid itu ialah, “mengikuti perintah dan menjauhi laranganNya. Apabila dia melanggar perintah dan larangan Allah (dengan tidak mengulang-ulang) kemudian tobat, dosanya akan diampuni Allah. Apabila mengucap “La ilaha illallah” dibarengi perbuatan maksiat yang dilakukan dengan sengaja dan sadar, maka rusak ucapannya itu.

Seseorang akan masuk surga harus dihisab (diadili) dulu. Apabila ia tidak terus menerus melakukan perbuatan dosa dan disertai tobat, akan diampuni Alllah, walaupun dosanya sebanyak buih lautan.

Jadi orang yang mengucap La ilaha illallah dengan penuh keimanan, sesudah dihisab, akan dapat masuk surga.

 





Bangunan Ka’bah

23 01 2009

166722646QsKPoY_ph Siapa yang pertamakali membangun Ka’bah?

Ada yang berpendapat, bahwa manusia yang pertama membangun Ka’bah yaitu nabi Ibrahim. Pendapat seperti itu keliru.

Firman Allah SWT: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. (QS. Ali Imran: 96)

Dijelaskan pada ayat tersebut, “dibangun untuk tempat ibadah manusia”, maknanya ialah, yang membangun untuk manusia tentunya bukan manusia.

Ayat tersebut menekankan, untuk manusia (Adam termasuk juga manusia), karenanya Ka’bah dibangun sebelum nabi Adam.

Jelas dan pasti, baitullahil haram dibangun sebelum nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim bersama nabi Ismail hanya meninggikan (membina dasar-dasae bangunan yang sudah ada sebelumnya).

Baca entri selengkapnya »





Masalah Rezeki Anak

8 01 2009

p11-11-08_11501Bagaimana pendapat imam tentang upaya manusia dengan segala cara untuk mencegah kehamilan?

Mereka takut hidup dan takut kurang makan. Mereka tidak sadar, bahwa dengan melakukan itu, akan menahan rezeki mereka dan menahan rezeki anak-anaknya. Kita banyak jumpai orang wafat meninggalkan anak-anak, hari beredar zaman pun berputar, ternyata anak-anak yatim itu mencapai kedudukan tinggi dan mencapai kesuksesan di masyarakat. Barangkali, apabila keluarganya masih hidup, mereka tidak akan mencapai sukses seperti itu. Biarkanlah takdir Allah berjalan sebagaimana mestinya. Kerjakanlah apa-apa yang lebih pokok dan lebih berarti dalam kehidupan ini. Baca entri selengkapnya »





Arti Kata Insya Allah

3 01 2009

P23-10-08_11.44[3] Orang sering mengatakan kata Insya Allah. Apa arti sebenarnya dari kata itu?

Segala sesuatu yang menyangkut nanti atau besok, tergolong dalam pengertian masa yang akan datang. Selama berkaitan dengan masalah yang akan datang manusia tidak bisa memastikan, kecuali bila dikehendaki Allah.

Allah SWT berfirman: “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi”, kecuali dengan menyebut Insya Allah”. (QS. al-Kahfi: 23-24)

Sesuatu yang menyangkut masa yang akan datang, mencakup lima unsur:

  • Pertama: pelaku (subyek)
  • Kedua: yang diperlakukan (obyek)
  • Ketiga: waktu dan tempat kejadian
  • Ke-empat: sebab musabab
  • Kelima: kekuatan dan kemampuan yang diperlukan untuk pelaksanaannya.

Baca entri selengkapnya »