Pendidikan di Lingkungan Warga

11 12 2008

sanlat liburan (15) Salah seorang warga yang memiliki kepedulian terhadap masalah pendidikan anak-anak, sekaligus sebagai orang-tua dari anak-anak yang berharap bisa memberikan lingkungan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, menyampaikan usulan serta pertanyaan kepada DKM. Saat ini, katanya, telah muncul berbagai pendidikan (pengajian) untuk anak-anak yang dilakukan oleh anggota warga, bagaimana sikap DKM? Apakah tidak khawatir akan munculnya konflik dengan banyaknya pendidikan yang diprakarsai oleh pribadi-pribadi warga?

Melihat munculnya fenomena pendidikan (pengajian) untuk anak-anak, dan mungkin juga orang-tuanya, kata yang mungkin paling tepat disampaikan adalah Alhamdulillah. Sesungguhnya warga yang memiliki inisiatif membina anak-anak, pasti berangkat dari kesadarannya dalam memahami ajaran Islam. Mereka pasti bercita-cita mulia, untuk menanamkan dan menumbuhkan ajaran Islam pada anak-anak, sedini mungkin. Mereka telah berupaya semampu yang mereka miliki, tenaga, pikiran, waktu dan mungkin juga dana untuk menghimpun anak-anak dan mendidiknya.

Baca entri selengkapnya »





Antara Ta’lim dan Tabligh

11 12 2008

P11-12-08_05.25Di dalam program bidang taklim, perlu dibedakan antara kegiatan ta’lim dan tabligh. Pembedaan ini, agar di dalam penyusunan program bidang taklim jelas, antara sarana yang digunakan dengan tujuan yang hendak dicapai, antara materi (ilmu) yang disampaikan dengan sasaran (jama’ah) yang dituju. Tanpa pembedaan ini, perencanaan program akan salah sasaran dan tidak jelas.

Kegiatan ta’lim ialah kegiatan dimana tujuan utamanya adalah mempelajari ilmu-ilmu dieniyah syar’iyah, seperti ilmu aqidah (tauhid), al-Qur’an, al-hadits dan lain sebagainya. Melalui kegiatan ini, diharapkan terdapat penambahan ilmu bagi peserta serta perluasan wawasannya. Melihat sasaran dan tujuan seperti itu, maka diperlukan narasumber (muraja’ah) yang juga memiliki kapabilitas yang memadai, seperti latarbelakang pendidikan yang mendukung serta kemampuan mengakses sumber-sumber ilmu itu sendiri. Kemampuan menyampaikan narasumber, seperti kemampuan retorika (pidato), menghibur, dan lain sebagainya, bukanlah syarat yang dibutuhkan. Karena sesungguhnya peserta itu sendiri hadir bukan karena tertarik oleh orasi narasumber tetapi lebih kepada ilmu yang dikajinya.

Baca entri selengkapnya »