Melalui surat tertanggal 8 Februari lalu, ketua RW 17 menyampaikan kepada warga tentang pelimpahan panitia pembangun masjid kepada DKM al-Amanah. Di dalam surat no 011/RW17/II/2008 tersebut, ketua RW 17 Arrofa Acesta, SP menginformasikan empat (4) butir point yang telah ditetapkannya melalui SK nomor 01/PAN/RW 17/VII/2008, yaitu:
- Ketua RW 17 selaku penanggung-jawab pembangunan masjid al-Amanah telah mencabut SK Kepanitiaan Pembangunan masjid al-Amanah.
- Ketua RW 17 melimpahkan/melebur panitia pembangunan masjid al-Amanah kepada DKM al-Amanah menjadi seksi pembangunan dan pemeliharaan prasarana.
- Bagi warga/donatur yang akan menyumbangkan baik harta, tenaga, pikiran dan lainnya dapat menghubungi DKM al-Amanah.
- Informasi lebih lanjut dapat menghubungi RW 17 atau DKM al-Amanah.
Pelimpahan kepanitiaan pembangunan masjid ini dilakukan berdasarkan berbagai masukan serta untuk efektiftas koordinasi, demikian yang dikemukakan sebagai alasan dalam keputusan RW ini.
Dengan demikian estafeta pembangunan masjid yang telah berjalan 4 tahun ini, telah berganti tiga kali ketua dan kepengurusan. Pertama, diketuai oleh bapak Dr. Budi, kedua oleh Bapak Tb. Agus, S.Sos dan sekarang diketuai oleh bapak Drs. Safrijon. Sebagai sebuah estafet, tentu saja masing-masing kepengurusan telah berperan sesuai dengan masa baktinya. Pada masa kepengurusan Dr. Budi, adalah perintisan dan pembangunan fondasi masjid hingga wujud secara fisik. Ini adalah masa yang cukup berat dan sulit. Dibutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk menentukan letak masjid dalam posisi yang strategis seperti saat ini, dimana masjid al-Amanah berada ditengah kompleks Rancamanyar Regency. Peletakan fondasi hingga masjid bisa mulai digunakan oleh warga.
Pembangunan masjid kemudian diteruskan oleh kepengurusan baru yang dipimpin oleh bapak Tb. Agus, karena pak Dr. Budi pindah kerja ke Bekasi, sehingga tidak bisa secara intensif mengkoordinasi pembangunan masjid. Agar pembangunan masjid terus berjalan, maka kepengurusan pun diserahkan kepada bapak Tb. Agus yang sebelumnya juga merupakan sekretaris di kepengurusan Dr. Budi. Pada masa bapak Tb. Agus pun tantangan tidak kalah sulitnya, terutama keinginan untuk melakukan akselarasi dalam penyelesaian bangunan masjid. Pada masa kepengurusan bapak Tb. Agus beberapa sarana vital masjid mulai dibenahi, termasuk diantaranya adalah pemasangan kusen masjid beserta kacanya, termasuk upaya menyelesaikan kubah masjid.
Pada kepengurusan ketiga, bapak Safrijon melanjutkan pembangunan sebelumnya yang belum selesai. Disamping aspek teknis pembangunana, beliau pun mencoba untuk melakukan beberapa perbaikan seperti koordinasi yang lebih intensif diantara kepengurusan baru yang akan dibentuknya, sehingga informasi dan komunikasi bisa berjalan lancar. Selain informasi dan komunikasi diantara pengurus, juga dibenahi informasi dan komunikasi dengan warga, sehingga diharapkan warga bisa mengetahui kondisi keuangan pembangunan masjid serta kegiatan pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.






Komentar Terakhir