Bagaimana Bangsa Arab Dipukul Mundur oleh Yahudi

29 01 2009

demo6 Suatu kenyataan bahwa penduduk Palestina telah memerangi kaum Yahudi sebelum berdirinya negara Yahudi itu tegak. Orang-orang Yahudi –pada waktu itu- tidak pernah sekalipun memperoleh kemenangan dalam suatu pertempuran. Andakaita bukan karena bantuan tentara Inggris di daratan dan armadanya di lautan, niscaya orang-orang Yahudi tidak akan mampu bertahan di tanah suci Palestina.

Kemudian, sesuai dengan strategi internasional yang licik, pasukan tentara negara-negara Arab didorong untuk terjun dalam pertempuran-pertempuran, segera setelah kaum Yahudi mengumumkan berdirinya negara mereka, dan merasa telah siap untuk bertarung serta meyakinkan seluruh dunia bahwa mereka kini sudah mampu memenangkan peperangan.

Namun, dengan dikepungnya tentara Yahudi, terjadilah kejutan. Ibukota mereka, Tel Aviv, hampir jatuh di tangan pasukan-pasukan Arab.

Ketika itulah PBB turun tangan untuk memaksakan suatu gencatan senjata (cease fire) atas pasukan Arab. Bantuan-bantuan bagi orang-orang Yahudi berdatangan dari seluruh penjuru dunia, salibis maupun komunis. Setelah itu pertempuran dimulai lagi. Saat itu, pasukan-pasukan Arab sebenarnya masih mampu menghapus negara yang baru lahir itu, tapi para pemimpin politik Arab –sesuai dengan konspirasi asing yang telah disusun rapi- telah bertindak ragu-ragu dan menghentikan perjuangan (gerakan) pasukannya.

Penguasa Mesir malah menyibukkan diri dengan memberangus gerakan Islam. Pemerintah Irak menolak  memerintahkan pasukannya untuk bergerak menuju Tel Aviv, yang sudah berada sangat dekat dengan mereka. Pada saat yang sama, di front Jordania, Jenderal Glob seorang panglima berkebangsaan Inggris, telah “membantu” menyerahkan wilayah Lydda dan Ramla kepada Yahudi. Tiba-tiba bergemalah seruan dari berbagai penjuru: “Pasukan Arab telah mundur!”

Sungguh, ini adalah lelucon politik dan militer yang membuat orang ternganga keheranan. Puncak lelucon ini adalah pengakuan PBB atas berdirinya negara Yahudi di tanah Palestina. Para pemimpin negara besar lalu berpidato menyatakan bahwa negara Yahudi telah ditakdirkan keberadaannya. Untuk melindungi negara itu, agar tetap berdiri tegak, maka lingkungan sekitar negara yahudi itu harus dirubah. Sebab, negara Yahudi itu tidaklah mungkin bisa tetap eksis dan tegak, jika Islam berada disekelilingnya. Betapa anehnya, bagaimana orang-orang yahudi asing itu dijaga eksistensinya, sementara disekelilingnya orang-orang Arab dirampas kemerdekaannya?

Untuk mencapai tujuan itu, agar negara Yahudi tetap eksis, dibuatlah agar Islam senantiasa mengucurkan darahnya sendiri, terus-menerus hingga menemui ajalnya… Ditimpakan gundukan-gundukan tanah mengubur segala bentuk kemerdekaan, hingga Islam mati terkubur atau redup tak lagi bercahaya. Lalu, siapakah yang sudi melaksanakan tugas ini? Tentu saja, sebagian dari rezim militer yang terdiri dari orang-orang muda yang esktrim dan brutal bersedia melakukannya…Maka berdirilah negara yahudi diatas tanah Palestina yang berdarah-darah. Sementara itu, berbagai rezim militer disekelilingnya, pun mulai melakukan tugasnya, memproklamirkan perang habis-habisan terhadap gerakan Islam dan hak-hak kemerdekaan konstitusionalnya.

Dalam tempo 25 tahun, rezim-rezim ini telah berhasil memperkokoh posisinya, sebagai penguasa yang menindas dan sewenang-wenang. Rezim ini, berhasil memutarbalikkan seruan “kembali kepada Islam” sebagai teriakan perlawanan atas undang-undang yang berlaku. Akhrinya, melalui rezim-rezim militer disekeliling Palestina ini, Yahudi memperoleh dua kemenangan sekaligus. Mereka berhasil memenangkan peperangan, tatkala rezim militer berhasil memberangus kesadaran Islam bangsa Arab, dan sekaligus merenggut kemerdekaan asasinya.

Dengan kondisi itulah, Yahudi (hingga kini) berhasil memperluas wilayah jajahannya dan memaksakan kehadirannya di tanah Palestina. Sembari terus mengulang-ulang kembali lelucon yang tidak berharga sedikitpun, bahwa kekuatan Yahudi tidak mungkin terkalahkan!

Sumber: Syaikh Muhammad al-Ghazali, Islam yang Ditelantarkan hal 202-204.

Tag Technorati: {grup-tag},,

Tindakan

Information

Tinggalkan komentar