Visi dan Strategi Pengelolaan Tabungan Qurban

Januari 8, 2009

p07-12-08_10321Digulirkannya tabungan qurban warga (TAQWA) tidak bisa dilepaskan dengan visi Lembaga Amil Zakat al-Amanah, bahkan penyusunan program itu sendiri merupakan bagian dari mewujudkan visi LAZ. Apa itu visi LAZ al-Amanah? Tidak lebih sebagai upaya menjadikan LAZ sebagai baitul maal bagi warga Rancamanyar khususnya. Visi ini tidak lepas dari pemahaman dalam pembangunan masyarakat Islami, dimana baitul maal menjadi perbendaharaan masyarakat yang menyokong tegaknya fungsi-fungsi kemasyarakatan (sosial), khususnya secara finansial.

Dalam lingkup warga Rancamanyar, maka visi LAZ menjadi baitul maal yang mampu menyokong seluruh fungsi sosial warga, mulai dari bidang pendidikan (ta’lim), bidang kesehatan, bidang ekonomi (usaha) dan seluruh sendi kehidupan sebuah masyarakat yang melandaskan kehidupannya pada nilai-nilai Islam. Para pengelola baitul maal, atau LAZ ini, selain harus mampu menarik dana ummat yang melimpah, seperti melalui kewajiban zakat, infaq, shadaqah, waqaf dan dana ummat lainnya yang halal, juga dituntut cerdas di dalam mengelola dana tersebut, sehingga mampu menyeimbangkan secara optimal antara fungsi yang bersifat konsumtif (sedekah, sumbangan, tunjangan sosial, dll) dengan fungsi yang bersifat produktif (sehingga dana ummat tersebut bisa bergulir, berkembang dan tumbuh).Untuk mewujudkan visi ini, bukan hal yang mudah, sekalipun hal itu bukan berarti tidak mungkin, atau sekedar khayalan. Diperlukan strategi yang matang untuk mewujudkannya, ditengah berbagai keterbatasan yang ada, baik keterbatasan  SDM (tenaga pengelola, waktu), maupun fasilitas. Dalam mewujudkan visi ini, juga diperlukan kesabaran dan konsistensi (istiqamah) khususnya dari para ketua (pemimpin) dan pengurusnya. Tidak ada tempat bagi mereka yang terburu-buru ingin memetik hasil, sebagaimana tidak ada tempat bagi para “komentator” namun tidak terjun dalam lapangan amal ini.

Dari visi inilah, mengapa tabungan qurban dan pengelolaan qurban secara umum, ditempatkan dibawah koordinasi LAZ, setidaknya ada beberapa pertimbangan yang mendasarinya:

  • Pertama. LAZ berfungsi menghimpun dan mengelola dana ummat, diantaranya adalah dana qurban. Pelaksanaan qurban, jika dikelola dengan profesional (ihsan) akan mendatangkan dana ummat yang tidak kecil jumlahnya. Dengan dikelola melalui LAZ, dana itu akan digunakan untuk kepentingan ummat dan dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi warga dan sekitarnya.
  • Kedua. Dana tabungan qurban yang terhimpun, dalam besaran berapapun, bisa membuka kesempatan usaha. Ada sisi ekonomi (bisnis) yang bisa dikembangkan. Pengelolaan melalui LAZ, sisi ini akan dikelola atas nama ummat (warga) dan dikembalikan manfaatnya untuk kepentingan ummat (warga), bukan untuk pribadi dan golongan tertentu.
  • Ketiga. Dana yang terhimpun melalui tabungan qurban, yang dikelola dengan ihsan, dapat membuka peluang bagi warga sekaligus menyerap tenaga kerja, dimana hal ini bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh pada saat ini.
  • Keempat. Fungsi pokok LAZ salah satunya adalah pemberdayaan ummat (masyarakat), khususnya bagi kaum fakir miskin. Dana yang terhimpun di LAZ, misalnya dana tabungan, bisa menjadi modal bergulir bagi kaum fakir miskin dan dengan demikian ikut membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
  • Kelima. Dana tabungan qurban ini menjadi sebuah pembelajaran bagi LAZ untuk mengelola dana ummat, dimulai dari jumlah yang kecil dengan lingkup pekerjaan yang sederhana. Jika hal ini telah difahami dan mampu dikelola, mengelola dana yang lebih besar dengan lingkup kegiatan yang lebih luas, insya Allah bukanlah hal yang sulit.

Itulah visi tabungan qurban dalam kerangka visi besar LAZ. Barangkali itu tidak diwujudkan dalam 1-2 tahun kedepan. Namun arahnya, menuju ke pengelolaan yang ihsan demikian. Pak Makin sendiri, merencanakan pada tahap awal ini, dalam waktu 1-2 ke depan sasarannya hanyalah bagaimana LAZ sebagai lembaga pengelola dana ummat (warga) bisa dipercaya dan menjadi kepercayaan warga. Dalam 1-2 tahun ke depan, sasaran dari pengelolaan tabungan qurban ini, adalah menjaga dan membangun kepercayaan. Kepercayaan (amanah) itulah core business LAZ. Jika amanah ini rusak atau cedera, tidak ada lagi bisnis (kegiatan) yang bisa berjalan.

Karenanya, sejak awal, dalam berbagai kesempatan, bapak Makin menekankan akan masalah ini. Mekanisme pertanggungjawaban (akuntabilitas) pengelolaan dana, disusun dengan mengedepankan transparansi, sehingga para penabung ataupun warga bisa ikut mengawasi pengelolaan dana yang dilaksanakan oleh LAZ.

About these ads

One Response to “Visi dan Strategi Pengelolaan Tabungan Qurban”

  1. ismail Says:

    kalau ada mohon lampirkan bentuk/ format buku tabungannya,……..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: