Cara Turun yang Benar untuk Bersujud

Januari 8, 2009

p10-11-08_15012Manakah cara sujud yang benar, meletakkan tangan terlebih dahulu ataukah lutut?

Dalam masalah cara turun untuk bersujud di dalam shalat, para ulama berbeda pendapat (ikhtilaf). Setidaknya ada dua pendapat ulama, yakni yang mendahulukan lutut saat turun hendak bersujud dan kedua golongan yang berpendapat meletakkan tangan terlebih dahulu saat turun untuk bersujud. Berikut secara ringkas argumentasi dari masing-masing pendapat.

Golongan pertama, yakni yang berpendapat disunnahkannya meletakkan kedua lutut ke lantai sebelum kedua tangan. Ini adalah pendapat mayoritas (jumhur) ulama. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dari Umar, Nakh’i, Muslim bin Yasar, Sufyan Tsauri, Ahmad, Ishak dan para ulama lainnya. Katanya (Ibnul Mundzir): “Ini juga merupakan pendapatku”.Diriwayatkan pula oleh Abu Thaiyib sebagaimana pendapat umumnya para ahli fikih (fuqaha), bahwasanya Imam Ibnul Qaiyim berkata: “Nabi SAW menaruh kedua lututnya sebelum kedua tangan ke lantai, kemudian baru kedua tangan, kening dan hidung”. Ini merupakan keterangan yang sah yang diriwayatkan oleh Syarik dari Ashim bin Kalib yang diterimanya dari Wail bin Hajar yang mengatakan: “Saya melihat Rasulullah SAW apabila sujud, beliau meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangan dan jika bangkit mengangkat kedua tangan sebelum kedua lututnya”.

Golongan kedua yang berpendapat bahwa disunnahkan untuk meletakkan kedua tangan sebelum lutut saat turun untuk bersujud di dalam shalat. Pendapat ini adalah pendapat Imam Malik, Auza’i, dan Ibnu Hazmin, serta sebuah riwayat dari Imam Ahmad. Dalam satu riwayat diterangkan, bahwa: “Beliau (Nabi SAW) meletakkan kedua tangannya ke tanah sebelum meletakkan kedua lututnya”. (HR Ibnu Khuzaimah, Daraquthni dan Hakim. Disahkan oleh Hakim dan disetujui Imam Dzahabi). Sementara Imam Auza’i berkata: “Saya menyaksikan¬† orang-orang meletakkan kedua tangan sebelum lutut mereka”. Dan menurut Ibnu Abi Daud, ini juga merupakan pendapat dari ahli hadits.

Dalam riwayat yang lain disebutkan, bahwasanya Nabi SAW menyuruh bersujud dengan mendahulukan tangan sebagaimana dalam sabdanya: “Apabila seseorang diantara kamu bersujud, janganlah turun seperti turunnya unta, tetapi hendaklah ia letakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya”. (HR Abu Daud, Nasa’i dengan sanad shahih). Berkata al-Albani, “Harap anda ketahui bentuk perbedaan kita dari unta adalah meletakkan kedua tangan terlebih dahulu daripada lutut, karena unta meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu yang ada pada kedua tangannya. Demikianlah yang tersebut dalam kamus Lisanul Arab dan kamus-kamus Arab lainnya.

Demikianlah ringkasnya dua pendapat ulama dalam masalah cara turun dari sujud, keduanya insya Allah memiliki dalil masing-masing. Cara mana yang benar, kembali kepada pemahaman kita terhadap argumentasi para ulama tersebut, serta kepada siapa kita lebih tsiqah (percaya). Jadi, cara manapun yang anda ikuti, insya Allah tidak ada masalah. Wallahu’alam.

Lihat: Fiqhus Sunnah jilid I syaikh Sayyid Sabiq dan Shifatu Shalaati an-Nabiyyi SAW, syaikh Nashiruddin al-Albani.

One Response to “Cara Turun yang Benar untuk Bersujud”

  1. juwandi Says:

    trimakasih atas penjelasanx…..
    dgn mmbacax sy jadi lbih paham…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: