Tugas dan Fungsi Ahli Masjid

Januari 4, 2009

P21-11-08_05.45[1] Kepada siapa ahli masjid (marbot) bertanggung-jawab? Apa tugas dan fungsinya? Dua pertanyaan itu mengemuka dalam rapat pada hari Jumat (2/1) lalu. Untuk pertanyaan pertama, pada awalnya ahli masjid bertanggung-jawab kepada masing-masing ketua bidang dimana tugas dan fungsinya berada. Namun, hal itu dipandang akan membingungkan, dimana seseorang dalam struktur organisasi harus bertanggung-jawab kepada banyak ketua. Dalam rapat tersebut, bapak Eko mengusulkan agar ahli masjid bertanggung-jawab langsung kepada ketua DKM. Akhirnya usulan pak Eko diterima, rapat menyepakati bahwa ahli masjid bertanggung-jawab langsung kepada Ketua DKM al-Amanah.

Adapun tugas ahli masjid bisa dipilah ke dalam tiga bidang fungsi yang ada di dalam struktur DKM. Penjelasan ringkasnya adalah sebagai berikut:

Dalam bidang ibadah, ahli masjid membantu bidang ibadah dalam penyelenggaraan kegiatan ibadah, seperti terlaksananya shalat rawatib di masjid dan juga pelaksanaan shalat jumat, mulai dari adzan yang tepat waktu, iqamat. Dalam masalah ini, ketua bidang ibadah berhak mengingatkan ahli masjid atas tugas-tugasnya di bidang ibadah.

  • Dalam bidang ta’lim, ahli masjid membantu bidang ta’lim dalam penyelenggaraan kegiatan ta’lim, mulai dari ta’lim ba’da shubuh, ta’lim mingguan dan bulanan. Selain itu membantu mengajar untuk program-program pendidikan yang diadakan oleh bidang ta’lim DKM al-Amanah. Dalam masalah ini, ketua bidang ta’lim berhak mengingatkan ahli masjid atas tugas-tugasnya di bidang ta’lim.
  • Dalam bidang sarana dan prasarana masjid, ahli masjid membantu bidang sarana dan prasarana dalam pengadaan dan pemeliharaan sarana masjid, termasuk di dalamnya adalah menjaga kebersihan sarana masjid. Dalam masalah ini, ketua bidang sarana dan prasarana berhak mengingatkan ahli masjid atas tugas-tugasnya di bidang tersebut.

Rapat pun mengingatkan, bahwasanya semua tugas tersebut harus memiliki kejelasan, baik bagi para pengurus DKM maupun bagi ahli masjid, disamping itu tugas-tugas yang diberikan DKM pun harus memperhatikan hak bagi ahli masjid secara adil dan layak, diantaranya adalah dengan memberikan tunjangan kesejahteraan bagi ahli masjid. Pada saat yang sama, semua tugas tersebut juga mempertimbangkan bahwasanya kehadiran ahli masjid adalah untuk ikut membantu memakmurkan masjid, bukan sebagai “pekerja”, dan menjadi sarana kebaikan bagi masjid dimana memfasilitasi para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu syar’i.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: