Apa yang dimaksud proyeksi ialah gambaran masa yang akan datang dari pelaksanaan kegiatan yang dilangsungkan saat ini, dalam hal ini adalah kegiatan program tahfidz quran (PTQ). Proyeksi ini, terkait dengan visi pendidikan para pengurus DKM khususnya dan harapan warga secara umum. Harapan warga tentang pendidikan Islam di lingkungannya, semestinya bisa disuarakan melalui Dewan Syura, yang kemudian dirumuskan menjadi visi pendidikan DKM. Walau pada praktiknya, tidak selalu harus mengalir seperti demikian.
Proyeksi PTQ, yang merupakan pilot project dari program tahfidz yang mapan dan masal, serta sekaligus cikal bakal dari program pendidikan secara keseluruhan, bisa digambarkan ke dalam tiga gambaran (visi) berikut:
visi pendidikan. Dalam jangka waktu 5 tahun, terbentuk lembaga pendidikan Islam di komplek Rancamanyar Regency. Pendidikan Islam yang dimaksud ialah pendidikan dengan muatan (kurikulum) Islam yang mampu membekali anak didik dengan ilmu-ilmu Islam (aqidah yang lurus, ibadah yang benar, akhlaq yang mulia). Komplek Rancamanyar menjadi pusat pendidikan (Islami) sekaligus menjadi barometer (percontohan) bagi lingkungan sekitar. Bentuk kelembagaan pendidikan secara formal, yakni hadirnya TK/TPA serta SDIT di komplek Rancamanyar/
visi profesional. Profesionalisme disini diartikan dari kata ihsan, yang bermakna suatu pekerjaan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, keahlian, terencana rapi. Dalam pendidikan Islam, visi profesionalisme ini bisa dilihat dari dua aspek, yakni: aspek sumberdaya manusia yang terlibat dalam pengelolaannya dan aspek pengelolaannya (manajerialnya) sendiri. Sumberdaya yang terlibat aktif dalam kegiatan pendidikan di DKM al-Amanah harus mereka yang benar-benar profesional: memiliki dedikasi yang tinggi dalam pendidikan dan pembinaan anak secara Islam, serta didukung oleh kemampuan ilmu dan wawasan yang memadai, baik sebagai staf pengajar (tim asatidz) maupun sebagai staf administrasinya. Di dalam pengelolaan (manajerialnya) semua kegiatan pendidikan harus terencanakan dengan baik, kejelasan pengorganisasian kegiatan, keteraturan dalam pelaksanaan, serta semua kegiatan itu harus terukur.
visi manfaat. Keberadaan lembaga pendidikan Islam seyogyanya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga, baik secara materil maupun non material. Secara non material lembaga ini harus berkonstribusi bagi lahirnya anak-anak muslim yang shalih, cerdas dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Lembaga ini pun keberadaannya harus mampu mewarnai kehidupan warga dengan nilai-nilai Islam yang tercermin dalam pergaulan antar warga, kehidupan bertetangga dan kehidupan sosial lainnya. Sedangkan dari aspek material, berkembangnya lembaga pendidikan akan menghasilkan manfaat ekonomis serta diiringi dengan tumbuhnya kegiatan ekonomi (bisnis), dalam masalah ini maka DKM al-Amanah dimana kegiatan lembaga pendidikan berada di dalam naungannya, harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga dengan pendistribusiannya yang adil.






Komentar Terakhir