DKM dan Keragaman Kelompok

21 12 2008

P08-12-08_05.36 Adalah realitas masyarakat, termasuk warga Rancamanyar dimana masjid al-Amanah berada, hidup berkelompok. Keragaman ini bisa dilihat dari beberapa sisi. Dari sisi pemahaman keagamaan, kita mengenal beragam madzhab. Dari sisi keormasan, kita mengenal ormas keagamaan seperti Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis). Dari sisi politik praktis, simpati warga pun terpilah ke dalam berbagai partai. Dari sisi gerakan dan metode (manhaj) da’wah, kita pun mengenal Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jama’ah Tabligh, “Salafi” dan lain sebagainya. Realitas itu adalah realitas jamaah masjid al-Amanah.

Menyikapi keragaman kelompok itu, dalam memakmurkan masjid, pengurus DKM al-Amanah selalu menegaskan akan 2 hal berikut:

Baca entri selengkapnya »





Antara Dewan Syariah dan Dewan Syura

21 12 2008

P16-11-08_04.46 Dalam struktur DKM al-Amanah, terdapat dua organ yang sangat penting bagi kelangsungan kegiatan DKM dalam memakmurkan masjid. Pertama adalah Dewan Syariah dan kedua adalah Dewan Syura. Sebagian warga, dan tidak mustahil pula sebagian pengurus DKM, belum mengetahui fungsi dan perbedaan wewenang dari kedua Dewan tersebut.

Secara umum, Dewan Syariah ialah otoritas untuk melihat, mempertimbangkan dan menilai seluruh kegiatan DKM, baik yang telah dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan, maupun yang akan direncanakan berdasarkan pertimbangan syariah. Dalam aspek perencanaan, pengurus DKM harus merujuk pada pertimbangan Dewan Syariah, apakah kegiatan tersebut diperbolehkan secara syar’i ataukah terlarang. Dalam kegiatan yang sedang berlangsung, Dewan Syariah berwenang untuk mengawasi (monitoring) sehingga seluruh kegiatan berlangsung dalam koridor syariah dan mencegah terjadinya penyimpangan. Sedangkan pada kegiatan yang telah dilaksanakan, pengurus DKM mempertanggungjawabkan kegiatannya secara syariah kepada Dewan Syariah.

Baca entri selengkapnya »





Pengantar Proposal Program Tahfidz

21 12 2008

sanlat liburan (19) Sudah 3 bulan lebih wacana tahfidz qur’an digulirkan. Cukup rasanya untuk mulai menyusun program tersebut untuk segera diaplikasikan oleh bidang ta’lim dkm al-amanah. Penyusunan proposal ini selain dihimpun dari berbagai diskusi diantara warga, masukan dari ustadz Saif selaku dewan syariah, bapak Drs Dedi sebagai salah seorang anggota Dewan Syura, konsep pendidikan yang dituliskan oleh bapak Adang Effendi, serta diskusi internal pengurus DKM.

Program ini dinamakan proposal karena akan diajukan sebagai usulan kepada Dewan Syura. Sekalipun ada usulan bahwa program ini dilaksanakan langsung oleh DKM, dalam hal ini bidang ta’lim, tanpa harus melalui musyawarah di Dewan Syura, namun kami memandang perlu untuk membawa program ini ke tingkat Dewan Syura dengan 2 pertimbangan utama:

Baca entri selengkapnya »





Plus Minus PMA

21 12 2008

CIMG1900 Diantara kelebihan PMA antara lain:

  • Customized, sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarganya.
  • Lebih memberikan peluang untuk kemandirian dan kreatifitas individual yang tidak didapatkan dalam model sekolah umum.
  • Memaksimalkan potensi anak, tanpa harus mengikuti standar waktu yang ditetapkan disekolah.
  • Lebih siap untuk terjun di dunia nyata (real world) pada proses pembelajarannya berdasarkan kegiatan sehari-hari yang ada disekitarnya.
  • Kesesuaian pertumbuhan nilai-nilai anak dan keluarga relatif terlindung dari paparan nilai dan pergaulan yang menyimpang (tawuran, NAPZA, konsumerisme, pornografi, mencontek, dan sebagainya).

Baca entri selengkapnya »





Kembalinya Bapak H. Usdek

21 12 2008

DSCF8181 “Ah, nggak usah dipanggil haji,” kata bapak Haji Usdek, saat bapak-bapak menyalaminya di masjid seusai shalat Isya. Tentu saja, panggilan haji bukanlah sebuah keharusan, apalagi menjadikan seseorang merasa lebih baik atau bertaqwa dibandingkan yang lain. Namun, memanggil haji kepada warga yang telah menunaikan haji, sesungguhnya memiliki sisi positif. Pertama, sebagai penghormatan kepada saudara sesama muslim. Kedua, mengingatkan kepada yang dipanggil bahwa dirinya adalah seorang haji, artinya semestinyalah orang yang telah menyempurnakn rukun Islam memiliki perilaku yang sepatutnya dicontoh warga lainnya, baik dalam perkataan maupun perbuatan.

Sisi positif inilah yang senantiasa diharapkan oleh pengurus DKM al-Amanah. Sepatutnya, para haji yang ada di komplek Rancamanyar Regency, bisa menjadi penggerak da’wah dan keteladanan. Kepulangan mereka dari tanah suci, selain membawa kegembiraan sekaligus menumbuhkan harapan, akan hadirnya “motor” baru untuk memakmurkan masjid.

Baca entri selengkapnya »