Pembagian Daging Qurban

Desember 2, 2008

dscf7384Disunnahkan setelah menyembelih membagikan sebagian dagingnya kepada manusia, dan orang yang berqurban disunnahkan juga untuk makan sebagiannya, dengan perincian pembagian sebagai berikut:

  1. Dimakan pemilik binatang (qurban) beserta keluarganya. Bagi orang yang berqurban disyari’atkan untuk makan sebagian daging binatang qurbannya. Hal ini berdasarkan perintah Allah SWT dalam al-Qur’an: “Maka makanlah sebagian (dagingnya) dan berilah makan orang yang tidak meminta-minta dan orang yang meminta-minta”. (QS. al-Hajj 22: 36). Sebagian ulama berpendapat bahwa pemilik binatang qurban wajib makan sebagian daging qurbannya dengan dasar dhahir ayat diatas yang berbentuk perintah, dan asal hukum perintah adalah wajib akan tetapi pendapat ini lemah karena ayat diatas datang setelah larangan, sehingga tidak menunjukkan hukum wajib.
  2. Dibagikan kepada fakir miskin, sebagaimana dalam sebuah hadits: “Makanlah, simpanlah dan sedekahkanlah (daging qurbanmu)”. (HR Muslim 2930).
  3. Dihadiahkan kepada kaum muslimin, baik kaya ataupun miskin, seperti tetangga dan kerabatnya. Hal ini didasari oleh sebuah hadits: “Maka makanlah sebagian (dagingnya) dan berilah makan (manusia) dan simpanlah”. (HR Bukhari 5567). Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: perkataan Nabi SAW “berilah makan (manusia)” mencakup dua perkara, yaitu memberi hadiah orang-orang yang kaya dan bersedekah kepada orang-orang miskin.

Oleh karena itu, kebanyakan para ulama (seperti madzhab Hanafi, madzhab Maliki dan madzhab Hanbali, lihat kitab al-Fiqh ala al-Madzahib al-Arba’ah 1/624-626), menyimpulkan pembagian daging qurban menjadi tiga bagian: sepertiga yang pertama untuk pemilik qurban beserta keluarganya, sepertiga yang kedua untuk fakir miskin dan sepertiga yang terakhir untuk manusia secara umum, baik kaya atau miskin. (Lihat perkataan semisal oleh as-Sayyid Sabiq dalam Fiqh as-Sunnah 2/36-37, as-Shan’ani dalam Subulus Salam 7/420, Ibnu Utsaimin dalam Talkish kitab Ahkam al-Udhhiyah wa adh-Dhakah hal 33-35 dan Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri dalam Minhajul Muslim hal 341).

Sumber: majalah al-Furqon edisi 5 tahun ke-7/Dzul Hijjah 1428/Des 2007-Jan 2008 hal 37.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: