Dalam beberapa bulan ini, buletin suara al-Amanah yang biasa diedarkan setiap hari Jum’at ke seluruh rumah warga muslim Rancamanyar Regency, terhenti. Penghentian ini insya Allah untuk sementara waktu, sambil merancang ulang fortmat yang lebih tepat. Sehingga kehadiran buletin ini tidak sekedar memenuhi jadwal “terbit”, mengingat biayanya yang cukup besar setiap Jumat-nya, yakni sekitar Rp 30-40 ribu.
Ada beberapa hal yang dirasakan perlu diformat ulang dalam menerbitkan kembali buletin masjid al-amanah. Berkaitan dengan bentuk (format) buletinnya, ada wacana untuk dicetak. Dari sisi biaya memang ada peningkatan, namun tidaklah signifikan (perkiraan sekitar Rp 60 ribu/rim, atau 500 eksemplar). Usulan ini dikemukakan dengan pertimbangan: buletin al-amanah akan menjadi sarana untuk da’wah masjid al-amanah tidak hanya bagi warga komplek rancamanyar, tetapi juga untuk masyarakat luar. karena itu, 500 eksemplar buletin, sekitar 50%nya akan didistribusikan keluar komplek. Selain menjadi sarana dakwah, buletin ini pun bisa menjadi media informasi kepada masyarakat luas mengenai agenda kegiatan yang dilaksanakan di masjid al-amanah. Dengan demikian, perubahan format ini pun tidak terlepas dari agenda DKM secara keseluruhan, yakni mulai mencoba memperluas wilayah kerjanya keluar komplek, sekalipun fokus utamanya masih ke dalam kompleks.
Dari sisi isi (content), buletin pun perlu dikemas ulang, sehingga benar-benar menyuarakan visi dan misi masjid al-amanah, khususnya untuk menjadikan masjid sebagai sumber ilmu dan sarana ilmiah. Karena itu, isi buletin pun harus merujuk kepada hal tersebut: isi yang ilmiah (berdasarkan argumentasi dan sumber rujukan yang jelas), penulis yang kredibel (memiliki kemampuan ilmiah untuk mempertanggungjawabkan tulisannya), serta menarik pembaca untuk termotivasi mencari ilmu (sebagai petunjuk untuk amal ibadahnya).
Perubahan format dan visi buletin ini, tentu saja memerlukan persiapan para pengurus DKM. Tidak hanya dari bidang ta’lim saja, yang menjadi penanggungjawab penerbitan buletin ini, tetapi juga bagian lainnya (misalnya bagian sarana prasarana, karena adanya upaya untuk menarik “jama’ah” dari luar kompleks untuk ikut memakmurkan masjid al-amanah, khususnya dalam kegiatan ta’lim). Disamping itu, dibutuhkan kesiapan SDM untuk memproduksi buletin serta mendistribusikannya.
Sekalipun bukan hal yang terlalu rumit untuk dilaksanakan, namun tetap saja perlu rencana yang matang dan kesiapan yang memadai, agar buletin yang terbit dengan wajah dan manajemen baru ini, bisa benar-benar efektif menjadi sarana dakwah dan informasi.






Komentar Terakhir