P10-11-08_15.29 Ada hadits Rasulullah SAW mangatakan: “Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” akan masuk surga, walaupun dosa-dosanya sebanyak buih lautan”. Apakah benar hadits itu?

Orang yang mengucap kalimat tauhid “lailaha illallah” dengan penuh kemantapan dan didasari iman, tentunya sudah punya persiapan kuat untuk mengatur gerak langkahnya guna mengabdikan dirinya kepada kalimat tauhid itu.

Arti dan tujuan pokok dari kalimat tauhid itu ialah, “mengikuti perintah dan menjauhi laranganNya. Apabila dia melanggar perintah dan larangan Allah (dengan tidak mengulang-ulang) kemudian tobat, dosanya akan diampuni Allah. Apabila mengucap “La ilaha illallah” dibarengi perbuatan maksiat yang dilakukan dengan sengaja dan sadar, maka rusak ucapannya itu.

Seseorang akan masuk surga harus dihisab (diadili) dulu. Apabila ia tidak terus menerus melakukan perbuatan dosa dan disertai tobat, akan diampuni Alllah, walaupun dosanya sebanyak buih lautan.

Jadi orang yang mengucap La ilaha illallah dengan penuh keimanan, sesudah dihisab, akan dapat masuk surga.

 

Escape From CD3…

Maret 9, 2009

P07-03-09_20.57 Kalau silaturahim antar warga sudah sangat erat, sulit untuk bisa keluar dari lingkungan warga. Selain diperlukan niat yang superkuat dan bakat yang mumpuni… bakating kubutuh, juga harus tabah menghadapi persekongkolan warga yang tidak akan rela begitu saja melepaskan anda, melenggang ringan meninggalkan lingkungan anda. Ini bukan kisah sinetron, tetapi kisah nyata sebagaimana yang dituturkan oleh para korban sekaligus pelaku persekongkolan.

“Memang rizki saya disini rupanya…” begitulah kalimat pasrah dari bapak Sis, warga CD 3. Kalimat pasrah ini, menutup kisah tragis kegagalannya untuk melarikan diri dari CD 3. Beragam alasan, latar belakang dan pertimbangan telah dipikirkannya sehingga kemudian bapak wong jawa ini memutuskan untuk pindah dari CD 3. Dimulai dengan alasan kepindahan tempat kerjanya, namun alasannya kurang kokoh. Lalu didorong niat yang luhur dari isterinya untuk pindah, maka suami teladan inipun manut. Ia pun menjajaki berbagai perumahan untuk menjadi tanah airnya yang baru. Pilihan jatuh ke komplek disekitar buah batu. Cukup elit dan di kota, akses ke jalan tol sangat dekat. Eh, ndilalah… sepulang dari pengajian, isterinya malah meminta suaminya untuk membatalkan rencana pindahnya. Alasannya, ia betah tinggal di CD3.

Baca entri selengkapnya »

P08-03-09_14.58 Hujan lebat yang disertai angin kencang yang terjadi kemarin siang (Ahad, 8/3), telah menimbulkan kerusakan pada bangunan masjid al-Amanah. Kerusakan itu terutama terjadi di bagian genting, dimana sebagian genting terangkat dan jatuh. Diperkirakan sekitar seratusan genting yang mengalami kerusakan, sedangkan bagian bangunan lainnya tidak mengalami kerusakan. Alhamdulillah. Kerusakan akibat angin ini pertamakali disampaikan oleh bapak H. Usdek.

Pihak pengurus masjid, khususnya yang menangani bidang sarana dan prasarana masjid, dengan sigap memeriksa kerusakan yang terjadi, sekaligus merencakan perbaikannya. Bapak Adang (wakil ketua bidang sarana masjid) dan bapak Andi (koordinator teknis pembangunan masjid) yang melihat langsung kerusakan tersebut, segera merencanakan pertemuan untuk membahas perbaikan sekaligus rencana pembangunan masjid.

Menurut pak Andi, wajar saja genting masjid terangkat dan berjatuhan, karena belum terpasangnya plafon, sehingga angin yang berhembus kencang dari bawah mampu mengangkat dan menerbangkan genting-genting masjid. Karena itulah, upaya perbaikannya selaras dengan program pembangunan masjid saat ini, yakni pemasangan plafon masjid. Sedangkan menurut pak Adang, malamnya (Ahad, 8/3) akan dilaksanakan pertemuan diantara para pengurus masjid untuk membahas masalah perbaikan dan kelanjutan pembangunan masjid.

Baca entri selengkapnya »

P22-10-08_11.52[1] Melalui surat tertanggal 8 Februari lalu, ketua RW 17 menyampaikan kepada warga tentang pelimpahan panitia pembangun masjid kepada DKM al-Amanah. Di dalam surat no 011/RW17/II/2008 tersebut, ketua RW 17 Arrofa Acesta, SP menginformasikan empat (4) butir point yang telah ditetapkannya melalui SK nomor 01/PAN/RW 17/VII/2008, yaitu:

  1. Ketua RW 17 selaku penanggung-jawab pembangunan masjid al-Amanah telah mencabut SK Kepanitiaan Pembangunan masjid al-Amanah.
  2. Ketua RW 17 melimpahkan/melebur panitia pembangunan masjid al-Amanah kepada DKM al-Amanah menjadi seksi pembangunan dan pemeliharaan prasarana.
  3. Bagi warga/donatur yang akan menyumbangkan baik harta, tenaga, pikiran dan lainnya dapat menghubungi DKM al-Amanah.
  4. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi RW 17 atau DKM al-Amanah.

Pelimpahan kepanitiaan pembangunan masjid ini dilakukan berdasarkan berbagai masukan serta untuk efektiftas koordinasi, demikian yang dikemukakan sebagai alasan dalam keputusan RW ini.

Dengan demikian estafeta pembangunan masjid yang telah berjalan 4 tahun ini, telah berganti tiga kali ketua dan kepengurusan. Pertama, diketuai oleh bapak Dr. Budi, kedua oleh Bapak Tb. Agus, S.Sos dan sekarang diketuai oleh bapak Drs. Safrijon. Sebagai sebuah estafet, tentu saja masing-masing kepengurusan telah berperan sesuai dengan masa baktinya. Pada masa kepengurusan Dr. Budi, adalah perintisan dan pembangunan fondasi masjid hingga wujud secara fisik. Ini adalah masa yang cukup berat dan sulit. Dibutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk menentukan letak masjid dalam posisi yang strategis seperti saat ini, dimana masjid al-Amanah berada ditengah kompleks Rancamanyar Regency. Peletakan fondasi hingga masjid bisa mulai digunakan oleh warga.

Baca entri selengkapnya »

Akhirnya Aktif Kembali

Maret 7, 2009

DSCF5303 Alhamdulillah, setelah mendapat berbagai macam dorongan, support dan juga “sindiran” dari jama’ah masjid al-Amanah, akhirnya blog dkm al-Amanah aktif kembali, setelah hampir sebulan lamanya blog membeku dari berbagai informasi serta kabar lainnya.

Dalam rentang waktu itu, sesungguhnya banyak hal yang berlangsung di lingkungan masjid al-Amanah. Mulai dari kegiatan rutin masjid, seperti program ta’lim dan pendidikan, peribadahan dan juga bidang sarana dan pembangunan masjid. Khususnya dalam bidang sarana, sesuai keputusan RW 17 Rancamanyar, panitia pembangunan masjid dilebur ke dalam struktur DKM, yakni bidang sarana dan prasarana yang saat ini diketuai oleh bapak Safrijon.

Hal yang tidak kalah menarik, sesungguhnya proyeksi sejumlah kegiatan yang telah menjadi wacana dikalangan pengurus DKM, seperti perintisan sistem pendidikan Islam di lingkungan masjid, perintisan berbagai kegiatan usaha atau ekonomi, serta menjajaki kemungkinan bermitra dengan berbagai lembaga sosial keagamaan lainnya.

Baca entri selengkapnya »

P29-01-09_12.36 Subahanallah. Sungguh menakjubkan jika melihat bagaimana para dermawan diantara warga bergerak. Hanya dalam hitungan hari, sejak wacana pemasangan granit untuk lantai masjid digulirkan, kini telah direalisasikan. Sejak awal, memang telah bisa diduga, bahwasanya animo warga untuk menyumbang sangatlah besar. Hal ini terasakan oleh pengurus DKM sendiri, bagaimana warga mendukung program yang digulirkan DKM. Apalagi untuk pembangunan masjid, yang akan menjadi pusat ibadah dan amal shalih, pusat kehidupan kaum muslimin, khususnya di lingkungan komplek Rancamanyar.

Pertamakali wacana pemasangan granit ini digulirkan oleh bapak Hamzah. Alasannya sederhana, “nggak enak lantai masjid kotor terus. Berjalan dari tempat wudhu ke barisan shalat, eh… kaki sudah kotor lagi, kata pak Hamzah. Jamaah yang hadir menyambut baik usulan pak Hamzah. Dan dari sinilah kita menyaksikan, bagaimana Allah menggerakkan hambaNya, luar biasa. Pak, untuk pendanaannya nanti saya bantu-lah, kata rekan pak Hamzah yang juga tinggal satu blok. Nanti saya akan hubungi para calon donaturnya pak, kata yang lain. Untuk pembukuan, agar tertib, nanti saya bantu pak. Untuk pelaksanaan pembangunannya, nanti kami yang ngawal pak! Kata pak Samsi dan pak Umar. Tentu saja, pak Polisi dan pak Tentara ini bercanda. Kita mah tinggal di Rancamanyar, bukan di Gaza. Disini mah tidak ada Yahudi yang keliaran yang kerjaannya menghancurkan masjid dan membunuhi anak-anak dan wanita.

Baca entri selengkapnya »

P14-12-08_05.37 Berbahagialah saudara-saudara kita yang telah menunaikan haji ataupun umrah. Karena tidak setiap muslim mampu melaksanakannya, dengan berbagai sebab dan alasan. Adakalanya, kita menemukan orang yang telah berniat dan kokoh keinginannya, namun terhalang oleh kemampuannya dalam masalah harta atau kesehatannya. Atau sebaliknya, tidak sedikit pula diantara saudara kita yang sehat dan harta mencukupi, namun belum memiliki niat untuk menunaikan haji. Maka berbahagialah orang yang telah memenuhi panggilan Allah, untuk datang ke baitullah, dan menunaikan ibadah dan menyempurnakan rukun Islam-nya.

Sekalipun demikian, bagi yang belum mampu, yang merupakan mayoritas dari warga, dengan berbagai sebab dan alasannya masing-masing, tidaklah perlu berkecil hati, karena ternyata banyak amalan yang pahalanya bernilai sama dengan haji dan umrah. Amalannya pun sangatlah “sederhana”, duduk berdzikir (ta’lim) dari shubuh hingga dhuha. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW: “Barangsiapa shalat Shubuh dengan berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit kemudian shalat dua rakaat, maka dia meraih pahala seperti pahala haji dan umrah”. (HR Tirmidzi)

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.